Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Edufecta, Aplikasi Sistem Pembelajaran Daring Kampus Swasta di Indonesia

Edufecta akan menjadi portal eLearning untuk digunakan kepada 4.000 lebih perguruan tinggi swasta yang menjadi anggota APTISI.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  14:29 WIB
Edufecta
Edufecta

Bisnis.com, JAKARTA — PT Technomedia Interkom Cemerlang secara resmi dipercaya Asosisasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) mengembangkan platform pembelajaran daring untuk seluruh kampus swasta seiring belum redanya epidemi COVID19.

Edufecta akan menjadi portal eLearning untuk digunakan kepada 4.000 lebih perguruan tinggi swasta yang menjadi anggota APTISI.

Direktur PT Technomedia Interkom Cemerlang Aguswahyudi Steven mengapresiasi adanya kerjasama yang telah dilakukan dengan APTISI ini. Kerjasama ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mengembangkan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Disepakatinya Nota Kesepahaman antara PT Technomedia Interkom Cemerlang dengan Asosisasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menunjukkan kepercayaan asosiasi terhadap sistem pembelajaran daring Edufecta yang dikembangkan oleh anak bangsa,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya.

Seperti diketahui sejak COVID19 merebak, seluruh kampus di Indonesia mengubah proses pembelajaran dari tatap muka di kampus menjadi daring. Meski demikian, belum adanya platform sistem pembelajaran daring yang mudah dan efisien mempersulit kampus menjalankan sistem kuliah ini.

Edufecta ini merupakan portal eLearning bagi kalangan profesional, sebagai pelengkap untuk proses pembelajaran dan pelatihan korporasi yang lebih efektif dan efisien. Portal ini menggunakan kombinasi media audio visual dalam modul pembelajaran guna meningkatkan kemudahan penggunaan dan efektivitas pembelajaran.

Steven menjelaskan di dalam edufecta ini nantinya dilakukan dua metode sistem pembelajaran online, yakni metode pembelajaran synchronous (live interactive) serta metode pembelajaran asynchronous (recorded).

Untuk metode pembelajaran ini, kata Steven, akan disesuaikan kembali dengan kondisi infrasturuktur jaringan internet di setiap wilayah anggota APTISI yang nantinya dibagi menjadi tiga wilayah.

“Untuk Jawa dan kota besar lainnya kita akan menggunakan metode pembelajaran synchronous. Lalu untuk di luar Pulau Jawa menggunakan kombinasi metode pembelajaran synchronous dan asynchronous. Kemudian untuk Indonesia bagian timur menggunakan metode pembelajaran asynchronous,” jelas Steven.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aplikasi bisnis pendidikan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top