Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembelajaran Daring Dilanjutkan, Startup Edutech Bisa Cuan

Startup edutech mendapatkan ruang untuk meningkatkan cuan usai pemerintah memutuskan pembelajaran tatap muka di sekolah ditentukan oleh masing-masing pemda.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  16:29 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA – Keputusan pemerintah agar pembelajaran tatap muka di sekolah ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah (pemda) dinilai memberikan ruang bertumbuh bagi perusahaan rintisan di bidang pendidikan.

Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan bahwa startup edutech akan diuntungkan dengan keputusan tersebut, di mana para pemain dapat mendulang potensi pengguna-pengguna baru. Namun, dia menekankan bahwa pertumbuhan akan berfokus di daerah dan tidak lagi perkotaan.

“Akan ada [pertumbuhan] sekitar 10 persen, terutama di daerah, karena membaiknya jaringan di daerah, sedangkan, guru dan murid sudah terbiasa dengan pola pembelajaran jarak jauh. Maka startup edukasi sekarang adalah penunjang dan memberikan materi tambahan kepada para murid,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (7/1/2021).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa startup edukasi harus mengupayakan strategi berkolaborasi dengan institusi pendidikan, hal ini pun menjadi ceruk besar yang harus dimanfaatkan dibandingkan harus bersaing secara manual untuk memperebutkan pelanggan melalui diskon, promo, dan program lainnya.

Namun, dia melanjutkan bahwa tantangan lain adalah upaya startup edutech untuk memberikan layanan gratis pada pelajar dan mahasiswa sehingga perlu ada kolaborasi dengan pihak lain atau menggunakan model bisnis yang sesuai seperti freemium agar tetap bisa mendapatkan cuan.

“Strategi yang perlu digencarkan sekarang ini adalah bahwa startup edukasi adalah lebih menyenangkan daripada sekolah daring,” ujarnya.

Berdasarkan riset Google, Temasek, dan Bain and Company, aplikasi pendidikan di Asia Tenggara diunduh 20 juta kali sepanjang Januari-Agustus. Jumlahnya naik tiga kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya enam juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top