Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aditif Optimis Bisnis SaaS Makin Dilirik Investor, Asalkan?

Salah satu tantangan dari bisnis SaaS saat ini adalah masih terkendalanya dengan mekanisme pengadaan barang jasa model lama.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  06:20 WIB
Ilustrasi startup -
Ilustrasi startup -

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan berbasis software as a service (SaaS) dinilai menjadi industri yang bisa bertahan seiring waktu sehingga akan terus dilirik oleh para investor untuk bisa terus dikembangkan. 

Pendiri Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (Aditif) Saga Iqranegara mengatakan peluang bisnis di pasar SaaS semakin besar seiring perkembangan gaya hidup masyarakat yang terus menerus terpapar oleh digitalisasi.

“Saya optimis pelaku startup digital dengan model SaaS akan makin banyak sejalan dengan semakin meningkatnya masyarakat yang mengadopsi pembayaran elektronik. Didukung juga oleh menjamurnya layanan berlangganan dari luar negeri. Hal ini tentunya jadi faktor pendukung bagi VC [venture capital] dalam memburu portfolio baru,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (13/12/2020).

Namun, dia menyebutkan masih juga terdapat tantangan dari bisnis SaaS saat ini, di mana masih terkendalanya dengan mekanisme pengadaan barang jasa model lama.

“Tantangannya adalah SaaS ini masih lebih banyak ke segmen B2C. Untuk B2B dan B2G masih terkendala mekanisme pengadaan barang jasa model lama. Harapannya pola pengadaan barang jasa di Indonesia bisa mengadopsi produk SaaS,” katanya.

Adapun, laporan dari konsultan asing Gartner per Juli 2020 memperkirakan bahwa industri aplikasi awan berbasis layanan SaaS akan bernilai hingga US$143,7 miliar pada 2022.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa besarnya potensi tersebut dikarenakan pasca pandemi Covid-19, proporsi belanja teknologi informasi (TI) yang beralih ke awan diprediksi dengan proyeksi mencapai 14,2 persen dari total pasar belanja TI perusahaan global pada 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

software StartUp
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top