Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tambah Tinggi 1 Meter, Kini Ketinggian Mount Everest 29.032 Kaki

China dan Nepal sekarang telah menyetujui ketinggian baru yang diperbarui untuk Gunung Everest, mengakhiri ketidakkonsistenan selama satu dekade antara keduanya. Gunung Everest sekarang dikenal dengan ketinggian 29.032 kaki (8.848,86m), sedikit lebih tinggi dari ukuran Nepal sebelumnya dan lebih tinggi sekitar 13 kaki (4m) dari China.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  07:45 WIB
Pegunungan Everest - Reuters
Pegunungan Everest - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ketinggian terbaru Gunung Everest telah dirilis, dan diinformasikan jika gunung tertinggi di dunia itu telah bertambah 1 meter.

China dan Nepal sekarang telah menyetujui ketinggian baru yang diperbarui untuk Gunung Everest, mengakhiri ketidakkonsistenan selama satu dekade antara keduanya. Gunung Everest sekarang dikenal dengan ketinggian 29.032 kaki (8.848,86m), sedikit lebih tinggi dari ukuran Nepal sebelumnya dan lebih tinggi sekitar 13 kaki (4m) dari China.

Nepal sebelumnya mengukur tinggi Everest sebagai 29.028,87 kaki (8.848 m), sedangkan Cina memiliki ketinggian 29.017,16 kaki (8.844,43 m).

Ketinggian resmi baru yang disepakati akhirnya dikonfirmasi setelah kedua negara itu tahun ini mengirim surveyor ke sisi gunung masing-masing.

Menteri Luar Negeri Nepal Pradeep Kumar Gyawali mengumumkan hasil survei mereka dalam video call dengan mitranya dari China, Wang Yi.

"Everest adalah simbol abadi persahabatan antara Nepal dan China," ujarnya dilansir dari Express.

Kedua negara ini meluncurkan ketinggian baru Everest di layar setelah menekan tombol secara bersamaan selama panggilan konferensi yang disiarkan langsung.

Terletak di Himalaya antara China dan Nepal, Everest telah menjadi episentrum perselisihan yang berkepanjangan antara kedua negara.

Ada perdebatan yang sedang berlangsung tentang ketinggian sebenarnya dari puncak tersebut, dengan teori termasuk Everest mungkin bahkan menyusut setelah gempa besar tahun 2015.

Gempa ini menewaskan sedikitnya 9.000 orang dan merusak sekitar 1 juta bangunan di Nepal.

Dan pada saat yang sama, gempa yang hebat memicu longsoran salju di Everest, menewaskan 19 orang di base camp Everest.

Kemudian, setelah kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Nepal pada bulan Oktober, kedua negara sepakat untuk mengukur kembali ketinggian gunung tersebut untuk mengakhiri perselisihan yang telah berlangsung lama.

Peluncuran proyek penelitian ilmiah tahun ini untuk mengkonfirmasi ketinggian pasti Everest digambarkan oleh pemerintah China sebagai "simbol abadi persahabatan antara kedua negara".

Nepal mengirim tim surveyor pertamanya pada Mei 2019 untuk mengukur Everest.

Para surveyor Nepal ini menggunakan Sistem Satelit Navigasi Global untuk mendapatkan "ketinggian yang tepat" dari puncak raksasa tersebut, kata juru bicara Departemen Survei Nepal Damodar Dhakal.

Surveyor China kemudian melanjutkan untuk mendaki Everest pada musim semi 2020, ketika gunung ditutup karena pandemi virus corona.

Video yang dirilis oleh CCTV penyiar pemerintah China menangkap saat para pendaki mencapai titik puncak yang terkubur dalam salju tebal pada 27 Mei.

Ketinggian Everest yang umumnya diterima adalah 29.028 kaki (8.848 m), ditentukan oleh Survei India tahun 1954.

Pada 1999, tim National Geographic Society menghitung ketinggian 29.035 kaki (8.850 m).

Dan tim China pada tahun 2005 menghitung Everest pada ketinggian 29.009 kaki (8.844,43 m) setelah tidak memasukkan tutup salju.

China sebelumnya telah melakukan enam survei besar terhadap gunung tersebut, yang dikenal di Tiongkok sebagai Qomolangma, sejak berdirinya Republik Rakyat China pada tahun 1949.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china everest Nepal
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top