Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Bikin Program Startup Studio, Apa yang Kurang?

ICT Institute menilai program Startup Studio perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perusahaan rintisan bisa menjadi besar.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 30 November 2020  |  17:30 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat menilai bahwa pemerintah, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) perlu mengawasi secara ketat pada program Startup Studio.

Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan bahwa dirinya khawatir program pemerintah tersebut akan berakhir sama dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya.

“Saya khawatir seperti terjadi dengan Gerakan 1000 Startup kan gagal total, sehingga pola membuat program perlu diubah menjadi pola membina. Jadi perlu perhatian dan asupan bagi startup agar dapat menjadi besar,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (30/11/2020).

Heru mengatakan bahwa untuk program kali ini perlu konsep yang terperinci, pembinaan yang jelas, dan intens sehingga dapat meminimalisir program sebelumnya yang dianggap kurang tereksekusi dengan baik.

“Sebenarnya, makin banyak unikorn makin bagus. Harusnya bisa 20 unikorn pada 2024. Namun, harus kendali dipegang Indonesia,” katanya.

Sekadar catatan, hingga saat ini langkah untuk mendukung pertumbuhan aspek bisnis digital, ragam upaya yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) adalah menjalankan tiga program pembinaan dan fasilitasi dengan target startup yang berbeda.

Adapun, tiga program tersebut antara lain Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Next Indonesia Unicorn (NextICorn) dan Startup Studio Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top