Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Startup Unicorn Kompak Ubah Fokus Bisnis, Ada Apa?

Google Indonesia menilai startup unicorn mulai melakukan refocusing bisnis ke sektor yang mampu mendatangkan pendapatan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 November 2020  |  18:35 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan – khususnya Unikorn – mengatur ulang fokus atau refocusing layanan bisnis, ke arah bisnis inti yang lebih menjajikan dan memberi keuntungan pada tahun ini.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf mengatakan bahwa sejak mencapai puncaknya pada 2018, pendanaan untuk unikorn di sektor yang sudah mapan --seperti dagang el, transportasi, perjalanan dan media -- mulai melambat.

Para Unikorn pun mulai menggeser fokus bisnis inti menuju profitabilitas, serta memenuhi kebutuhan konsumen yang sangat bervariasi melalui kemitraan. Kekuatan bisnis inti dan kelanjutan pendanaan merupakan kunci bagi perusahan rintisan – termasuk Unikorn -- alat untuk mendatangkan pendapatan.

“Modal tersedia, tapi investor ingin melihat bahwa perusahaan rintisan menuju ke ekonomi yang positif dan profitabilitas,” kata Randy dalam konferensi virtual, Selasa (24/11/2020).

Berdasarkan laporan Google, Temasek dan Bain&Company diketahui bahwa pada 2020, Unikorn yang bergerak di sektor transportasi & makanan, perdagangan elektronik (dagang el) dan traval melalui online melakukan refocusing dengan meninggalkan sejumlah layanan dan hanya berfokus pada layanan tertentu saja yang menguntungkan.

Salah satu layanan yang menguntungkan pada tahun ini adalah layanan keuangan digital. Ketiga sektor tersebut berlomba dalam memperkuat layanan keuangan digital.

Sektor tranportasi dan makanan, hanya melayani layanan keuangan digital, pengantaran makanan dan parsel. Sementara itu, sektor perdagangan elektronik berfokus pada layanan keuangan digital dan mitra grosir daring. Terakhir sektor perjanalan dan akomodasi, hanya berfokus layanan hotel, layanan domestik, layanan keuangan digital dan layanan yang memberikan pengalaman.

Ketiga sektor tersebut meninggalkan layanan lainnya – yang kurang menguntungkan – seperti gaya hidup, penerbangan internasional, media dan lain sebagainya.

Pada 2018 nilai investasi di Unikorn Asia Tenggara mencapai US$8,7 miliar. Jumlah tersebut turun menjadi US$5,6 miliar pada 2019 dan kembali turun menjadi US$3 miliar pada kuartal II/2020.

Adapun pada kuartal IV/2020, tiga Unikorn Indonesia yaitu, Bukalapak, Tokopedia dan Gojek mendapat pendanaan sekitar US$100 juta – US$150 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Unicorn
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top