Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sah! Tokopedia Umumkan Google dan Temasek Jadi Pemegang Saham Baru

Merapatnya dua perusahaan tersebut diumumkan oleh CEO Tokopedia William Tanuwijaya lewat akun Instagram resminya, Senin (16/11/2020).
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 16 November 2020  |  21:21 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan e-commerce Tokopedia, kini  secara resmi mendapatkan pemegang saham yang baru yakni Google dan Temasek Holding Pte. Merapatnya dua pemodal tersebut diumumkan oleh CEO Tokopedia William Tanuwijaya lewat akun Instagram resminya, Senin (16/11/2020).

“Kami sangat senang menyambut Temasek dan Google sebagai pemegang saham Tokopedia. Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan mereka terhadap Tokopedia dan Indonesia,” demikian ditulis William.

Lebih lanjut, dia mengatakan kerja sama tersebut akan bisa mendorong terwujudnya cita-cita Tokopedia untuk menjadi perusahaan yang kuat dan berkelanjutan untuk mengakselerasi transformasi digital dan melakukan pemerataan ekonomi melalui teknologi di Indonesia.

Mengenai besarnya jumlah dana yang disuntikkan oleh Temasek dan Google, William tidak menyampaikannya. Namun, pada pekan terakhir Oktober lalu, kedua perusahaan diberitakan itu telah menyepakati perjanjian penyuntikan dana sebesar US$350 juta ke perusahaan startup tersebut.

Jumlah dana tersebut berada di bawah perkiraan pada pemberitaan Bloomberg pada Juli sebelumnya di kisaran US$500 juta hingga US$1 miliar.

Sebelumnya, Tokopedia dikabarkan tengah menjalin pembicaraan dengan sejumlah perusahaan raksasa di bidang teknologi Amerika Serikat seperti Facebook, Microsoft, dan Amazon.com.

Pendanaan dari Google dan Temasek ini sekaligus menjadi sinyal kepercayaan investor terhadap salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia tersebut. Sebelumnya, Tokopedia juga menikmati tren kenaikan seiring dengan pandemi virus corona.

Perusahaan ini juga mendapatkan pendanaan dari penndiri SoftBank, Masayoshi Son, dan Co-Founder Alibaba Group Holding Ltd, Jack Ma.

Di tengah masa pandemi, platform ecommerce seperti Tokopedia, Laza Group SA yang dimiliki Alibaba, serta unit usaha Sea Ltd, Shoppee, bersaing dengan ketat untuk melayani jutaan orang yang harus melakukan belanja secara daring karena pandemi virus corona yang berujung pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Studi dari Google, Temasek, dan Bain & Co menyatakan, Indonesia menjadi salah satu lahan pertempuran utama di bidang ecommerce. Nilai pasar e-commerce di Indonesia diperkirakan akan melonjak dari US$21 miliar pada 2019 menjadi US$82 miliar pada 2025 mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google temasek tokopedia ecommerce
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top