Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan Kuartal III/2020 Google Meningkat Akibat Iklan

Pendapatan Google naik dari US$40 miliar pada kuartal II/2020 menjadi US$ 46,2 miliar pada kuartal III/2020.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  20:50 WIB
Dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pemerintah menerbitkan Permenkeu tentang Badan Usaha Tetap (BUT) untuk mengejar pemasukan pajak dari perusahaan asing yang berbasis di luar negeri namun bertransaksi dan memperoleh penghasilan di Indonesia termasuk perusahaan besar 'Over The Top' (OTT) atau daring seperti Google, Facebook, Youtube dan lain-lain. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pemerintah menerbitkan Permenkeu tentang Badan Usaha Tetap (BUT) untuk mengejar pemasukan pajak dari perusahaan asing yang berbasis di luar negeri namun bertransaksi dan memperoleh penghasilan di Indonesia termasuk perusahaan besar 'Over The Top' (OTT) atau daring seperti Google, Facebook, Youtube dan lain-lain. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Pendapatan kuartal III/2020 perusahaan induk Google, Alphabet naik 14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pemasukan dari iklan di Google dan YouTube menjadi penyumbang terbesar kenaikan tersebut.

Melansir The Verge pada Jumat (30/10/2020), Divisi Periklanan Google berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$37,1 miliar pada kuartal III-2020. Adapun, pada periode yang sama tahun lalu divisi tersebut hanya mencatatkan pendapatan sebesar US$34 miliar.

Sementara itu, lewat iklan YouTube berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$5 miliar. Meningkat 30 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$3,8 miliar.

Pendapatan yang diperoleh YouTube belum termasuk dari YouTube TV yang kini tercatat memiliki tiga juta pelanggan. Kenaikan tersebut bukanlah hal yang mengejutkan lantaran pada Juni 2020, biaya berlangganan platform tersebut naik dari US$50 menjadi US$64,99.

Selain itu, YouTube juga mendapatkan pemasukan dari pelanggan berbayar YouTube Premium yang jumlahnya mencapai 35 juta akun dan 30 juta konten musik yang diunggah ke platform tersebut.

Saat berbicara di depan investor, Chief Financial Officer (CFO) Alphabet dan Google Ruth Porat menyebut kenaikan pendapatan dari iklan tak terlepas dari pertumbuhan waktu menonton di YouTube selama kuartal III-2020.

“Pertumbuhan waktu tonton yang signifikan di YouTube memungkinkan pengiklan menjangkau pemirsa yang tidak dapat mereka jangkau di televisi,” katanya.

Porat menambahkan pihaknya juga telah melakukan investasi untuk moderasi konten yang lebih baik di YouTube. Dengan demikian pengguna maupun kreator di platform tersebut akan mendapatkan pengalaman yang positif.

Sementara itu, CEO Google Sundar Pichai mengatakan penayangan video meditasi yang dipandu oleh instruktur di YouTube mengalami peningkatan hingga 40 persen sejak Maret 2020 atau awal merebaknya pandemi Covid-19. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada video tutorial masker wajah yang sudah ditonton sebanya satu miliar kali.

Lebih lanjut, Pichai mengungkapkan bahwa kuartal-III 2020 kontras dengan kuartal sebelumnya yang mana pendapatan Google mengalami penurunan untuk pertama kalinya. Menurutnya, pendapatan Google naik dari US$40 miliar pada kuartal II/2020 menjadi US$ 46,2 miliar pada kuartal III/2020.

Selain dari iklan, kenaikan pendapatan juga disumbang oleh Divisi Cloud Google lewat Google Drive dengan kenaikan sebesar US$2,3 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, pada kuartal III-2020 divisi tersebut mencatatkan pendapatan sebesar US$ 3,44 miliar.

Pichai menambahkan platform konferensi video Google Meet juga ikut menyumbangkan pendapatan lewat 235 juta rapat dan lebih dari 7,5 miliar panggilan video setiap harinya selama kuartal III-2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iklan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top