Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Contoh Bukti Sejarah Kanibalisme di Dunia

Terdapat beberapa budaya terisolasi di Papua Nugini yang diketahui telah membunuh dan memakan manusia. Meskipun kemungkinan mereka tidak mempraktikkan kanibalisme dalam beberapa dekade.
2

Suku Biami dan Fore

Peta Papua Nugini
Peta Papua Nugini

3. Suku Biami dari Papua Nugini

Terdapat beberapa budaya terisolasi di Papua Nugini yang diketahui telah membunuh dan memakan manusia. Meskipun kemungkinan mereka tidak mempraktikkan kanibalisme dalam beberapa dekade.

Pada tahun 2011, pembawa acara televisi Inggris Piers Gibbon mengunjungi orang-orang Biami. Menurut Gibbon orang Biami adalah kelompok yang pernah mempraktikkan kanibalisme dan senang membicarakannya.

Seorang anggota suku yang lebih tua memberi tahu Gibbon tentang satu contoh dimana anggota suku membunuh dua wanita yang dicurigai berbicara buruk tentang suaminya yang sekarat. Pria itu berkata bahwa mereka memanggang para wanita si atas api seperti babi dan memotong daging mereka untuk dimakan.

4. Suku Fore dari Papua Nugini

Suku lain dari Papua Nugini yang mempraktikkan kanibalisme adalah orang Fore dan menyebabkan penyebaran penyakit otak fatal yang disebut kuru. Hal ini kemudian menjadi epidemi dan kemudian menghancurkan kelompok ini.

Namun tidak semua anggota kelompok meninggal beberapa dari mereka membawa gen yang melindungi dari kuru dan penyakit prion lainnya seperti sapi gila. Suku ini menghentikan praktik kanibalisme pada 1950-an yang menyebabkan penurunan jumlah kuru.

Namun kasus ini muncul selama beberapa dekade karena membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk muncul. Peneliti berusaha memahami bagaimana mutasi genetik bekerja untuk mencegah kuru dan juga penyakit prion.

3 dari 6 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oh dunia sejarah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top