Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Cara Kerja Qlue Thermal, Pemindai Suhu Pintar Buatan Lokal

Pemeriksaan menggunakan thermal gun yang dilakukan satu per satu tentunya tidak efektif untuk tempat dengan frekuensi orang keluar masuk tinggi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  11:32 WIB
Qlue Thermal buatan lokal
Qlue Thermal buatan lokal

Bisnis.com, JAKARTA - Pemeriksaan suhu tubuh menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan di banyak tempat setelah pandemi Covid-19 di Tanah Air. Ada dua macam cara yang dilakukan untuk memeriksa suhu tubuh seseorang sebelum masuk ke tempat-tempat tertentu, yakni pemeriksaan menggunakan thermal gun dan thermal scanner.

Pemeriksaan menggunakan thermal gun yang dilakukan satu per satu tentunya tidak efektif untuk tempat dengan frekuensi orang keluar masuk tinggi. Selain berpotensi menghadirkan antrean atau kerumunan, petugas pemeriksa juga rentan terpapar Covid-19 dari orang-orang yang mereka periksa suhunya.

Thermal scanner dengan teknologi yang bisa memindai suhu banyak orang sekaligus pun sebenarnya tak sepenuhnya efektif. Karena perangkat tersebut seringkali tidak bisa menampilkan hasil pengukuran yang akurat, khususnya perangkat yang dikembangkan di luar negeri.

Perangkat yang dikembangkan dan dirancang khusus untuk penggunaan di negara-negara empat musim akurasinya sangat mungkin berkurang ketika digunakan di negara-negara tropis seperti Indonesia. Belum lagi adanya perbedaan postur tubuh orang-orang yang dipindai suhunya juga ikut berpengaruh.

Selain itu, tak jarang pula thermal scanner tersebut berdiri sendiri atau tidak bisa diintegrasikan dengan sistem manajemen tindak lanjut yang dibutuhkan dewasa ini, khususnya oleh para pengambil kebijakan. Baik di tingkat daerah yang paling kecil hingga pusat.

Perusahaan rintisan PT Qlue Performa Indonesia (Qlue) mencoba menjawab permasalahan tersebut melalui QlueThermal yang tak lain adalah perangkat pemindai suhu berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perangkat tersebut tidak hanya sekadar memindai suhu saja, kamera yang disematkan pada kamera QlueThermal mampu mendeteksi penggunaan masker dan mengenali lebih dari 100 jenis masker secara otomatis dengan tingkat akurasi sebesar 98%.

Menurut Founder dan CEO Qlue Rama Raditya, sensor suhu pada QlueThermal juga bisa mendeteksi suhu tubuh orang dengan akurasi sebesar 99% dengan jarak maksimum satu meter. Keseluruhan proses pendeteksian tersebut memakan waktu kurang dari satu detik.

“Perangkat ini sudah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, mulai dari suhu, kelembaban, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, akurasinya jauh lebih baik dari akurasi produk sejenis yang dikembangkan di negara-negara dengan kondisi berbeda dari Indonesia,” katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Rama mengungkapkan, sejauh ini QlueThermal sudah digunakan di lebih dari 20 perusahaan multi-industri di Indonesia dan beberapa pemerintah daerah yang sudah mengimplementasikan kota pintar dengan sistem terintegrasi. Sampai saat ini, QlueThermal sudah mencatat lebih dari 65.000 data suhu dan penggunaan masker dari total lebih dari 150 perangkat.

“Keunggulan dari scanner penggunaan masker QlueThermal adalah mampu mengenali penggunaan masker bercorak seperti batik atau corak-corak lainnya. Karena ini memang dirancang sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang berbeda dengan kebiasaan di negara lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rama menjelaskan implementasi teknologi internet untuk segala (internet of things/IoT) juga memungkinkan QlueThermal untuk mengirimkan data secara waktu nyata (real time), sehingga seluruh perangkat yang ada di tempat berbeda bisa dipantau secara langsung melalui sebuah dashboard terintegrasi, QlueDashboard.

QlueDashboard memiliki kemampuan untuk menganalisis seluruh data seiring waktu dan memberikan rekomendasi yang diperlukan untuk dapat segera ditindaklanjuti secara efektif dan akurat. Hal ini memungkinkan para pemimpin organisasi atau perusahaan untuk memantau dan memahami korelasi data dan masalah sehingga mempermudah dan mempercepat proses analisis data.

Saat ini, Qlue sudah mengeluarkan dua versi dari QlueThermal, yaitu QlueThermal Nusantara dan QlueThermal Garuda. Garuda merupakan versi penyempurnaan dari versi yang sebelumnya, Nusantara. Perangkat tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp50 juta.

Berbeda dengan QlueThermal Nusantara yang menggunakan thermal sensor untuk mendeteksi suhu pada satu titik di dahi, QlueThermal Garuda sudah dilengkapi dengan thermal camera, sehingga pendeteksian suhu bisa lebih akurat dan cepat.

QlueThermal Garuda dilengkapi dengan mekanisme smart tilting, sehingga bisa menyesuaikan tinggi badan dari objek yang dideteksi secara otomatis. Dengan konstruksi desain yang lebih kokoh dan software yang lebih optimal, kalibrasi dan akurasi QlueThermal Garuda bisa dilakukan lebih baik, cepat, dan akurat.

“Kedepannya QlueThermal akan kami tingkatkan performa dan kemampuannya. Salah satunya adalah mengenali kualitas masker yang digunakan oleh pengguna, ada berapa lapisan dan fitur-fitur lainnya yang belum bisa kami beberkan,” ungkapnya.

Rama menambahkan sejauh ini pihaknya tak menemui kendala berarti saat mengembangkan QlueThermal. Karena pada dasarnya perangkat tersebut adalah perangkat yang dibangun menggunakan teknologi yang sudah ada sebelumnya. Pun dengan pendanaan, perusahaan yang mulai dikenal setelah berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta ini tak mengalami kesulitan.

“Pendanaannya dari revenue kami juga mencukupi dan waktu awal pengembangannya hanya membutuhkan waktu sekitar tiga minggu saja,” tutupnya.

PERBATASAN WILAYAH HINGGA KONSER

Pemkab Trenggalek merupakan pihak yang pertama kali mengimplementasikan QlueThermal untuk memonitor suhu tubuh dan penggunaan masker secara otomatis di tiga titik pemeriksaan atau checkpoint untuk masuk ke wilayah yang berbatasan langsung dengan tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Tulungagung, Pacitan, dan Ponorogo itu.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan QlueThermal membantu pihaknya dalam melakukan penyaringan orang yang masuk ke wilayahnya. Menurutnya, selain proses penyaringan bisa dilakukan dengan cepat, seluruh data yang masuk juga bisa dilihat secara langsung melalui dashboard terintegrasi.

“Sejak digunakan di bulan Juli lalu, seluruh perangkat QlueThermal sudah mendapatkan lebih dari 20 ribu data dengan rata-rata suhu tubuh 36,5 °C, jumlah pelanggaran [tidak mengenakan masker] sebanyak lebih dari 2.500 orang, dan lebih dari 400 orang yang memiliki suhu tubuh di atas normal,” katanya belum lama ini.

Lebih lanjut, Nur Arifin mengungkapkan pihaknya juga menempatkan QlueThermal ditempatkan di beberapa titik yang lebih strategis seperti pasar dan tempat pariwisata untuk meminimalisasi keberadaan klaster keluarga atau desa. Adapun sebelumnya, Pemkab Trenggalek kami menggunakan thermal gun untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Tetapi cara tersebut dinilai tidak efektif dan berisiko tinggi bagi petugas pemeriksa.

QlueThermal juga dapat digunakan untuk mendukung penyelenggaraan konser atau pertunjukkan. Seperti yang dilakukan oleh penyelenggara Komoidoumenoi Stand Up Comedy World Tour. Sebanyak 10 perangkat Qlue Thermal akan dipasang di pintu masuk tempat penyelenggaraan acara berlangsung.

Pelawak tunggal Pandji Pragiwaksono selaku penggagas dari pertunjukkan tersebut mengatakan QlueThermal akan diintegrasikan dengan platform pengecekan mandiri atau self assessment Qlue yang diperuntukkan bagi penonton.

Penonton harus mengisi beberapa pertanyaan tentang kondisi kesehatan, riwayat kontak, riwayat perjalanan, hingga transportasi yang akan digunakan untuk mencapai tempat penyelenggaraan pertunjukkan.

“Bagi yang sudah menggunakan QlueApp, mereka hanya perlu klik banner yang ada di aplikasi tersebut,” kata Panji beberapa waktu lalu.

Di Jakarta, Komoidoumenoi Stand Up Comedy World Tour akan digelar pada 20 Desember 2020 di Istora Senayan. Selain itu, pertunjukkan tersebut akan digelar di 15 kota di Indonesia dan 20 kota di luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah Suhu udara
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top