Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peneliti Temukan Pemakaman "Mumi" Penguin Berusia 5.000 Tahun

Namun tim ahli biologi yang dipimpin oleh University of North Carolina, Wilmington Steven Emslie telah menemukan campuran mumi anak penguin dan sisa-sisa yang tampaknya baru-baru ini mati.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  18:35 WIB
Penguin diberikan nama Po-po. Penguin ini ditemukan saat berjalan keliling desa di Inggris. - istimewa
Penguin diberikan nama Po-po. Penguin ini ditemukan saat berjalan keliling desa di Inggris. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –Para peneliti di Antartika merasa terkejut dengan penemuan kuburan berusia 5.000 tahun yang dipenuhi mumi penguin Adelie.

Penemuan mengejutkan ini terjadi di Cape Irizar, bagian dari Antartika yang tidak sering dikunjungi oleh koloni penguin.

Tim ahli biologi yang dipimpin oleh University of North Carolina, Wilmington Steven Emslie telah menemukan campuran mumi anak penguin.

Para peneliti mengunjungi situs tersebut pada tahun 2016, dimana mereka menemukan tulang, gundukan kerikil, bulu, dan kotoran di antara bebatuan yang semuanya merupakan tanda situs sarang penguin.

Penanggalan radiokarbon mengungkapkan kuburan itu berusia 5.000 tahun.

"Sisa-sisa sisi segar di permukaan tampak seperti koloni modern, tetapi tidak ada penguin yang tercatat berkembang biak di sana dalam waktu bersejarah" ungkap Emslie.

Penemuan ekspedisi ini diterbitkan September lalu pada jurnal Geology [pubs.geoscienceworld.org].

Penguin Adelie merupakan spesies penguin paling selatan yang berkembang biak dan ditemukan dalam jumlah puluhan atau bahkan ratusan ribu di sepanjang pantai Antartika.

Namun tak ada rekaman sejarah dari penguin Adelie pernah mengunjungi bagian benua es ini, para peneliti bingung mengapa begitu banyak mayat ditemukan.

Dr. Emslie yang memiliki latar belakang luas dalam paleokologi yaitu studi tentang bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungan, belum pernah melihat yang seperti ini.

Dia mengungkapkan para peneliti menggali tiga gundukan menggunakan metode mirip dengan arkeolog untuk memulihkan jaringan tulang penguin, bulu, dan kulit telur yang diawetkan serta bagian keras mangsa dari guano (tulang ikan, otolith).

Emslie menceritakan tempat tersebut bertanah sangat kering dan berdebu seperti yang ditemukannya di situs sangat tua lain seperti yang pernah dikerjakan di Laut Ross, Antarika dan juga memiliki banyak sisa penguin di dalamnya.

Secara keseluruhan sampel yang ditemukan adalah campuran sisa-sisa penguin tua dan yang baru-baru ini yang menyiratkan beberapa periode pendudukan tanjung ini selama ribuan tahun.

"Selama bertahun-tahun saya melakukan penelitian di Antartika, saya belum pernah melihat situs seperti ini," ungkap Emslie.

Saat melihat lebih dekat pada bukti yang ada, penyebab di balik kuburan penguin sebenarnya yaitu perubahan iklim.

Berdasarkan keterangan peneliti, koloni penguin tetap tersembunyi di bawah selimut salju dan es sejak Zaman Es Kecil sekitar 800 tahun yang lalu.

Namun pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca telah menyebabkan es dan salju mencair pada musim panas.

Penguin Adelie cenderung membangun sarangnya di sepanjang wilayah pesisir di mana lempengan es laut yang menempel di darat yang dikenal dengan fast ice, mencair dan memberikan akses ke darat untuk berkembang biak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mesir mumi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top