Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NASA Angkat Sampah Asteroid Bennu

Pengambilan batu ruang angkasa ini adalah tahapan krusial bagi ilmu asteroid diungkapkan oleh NASA dikutip dari Space.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  18:37 WIB
Asteroid melintasi bumi - istimewa
Asteroid melintasi bumi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Hari ini Selasa (20/10/2020) Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan mengangkat sampah asteroid dekat Bumi yang dinamakan Bennu untuk diteliti.

Pengambilan batu ruang angkasa ini adalah tahapan krusial bagi ilmu asteroid diungkapkan oleh NASA dikutip dari Space.

"Sementara planet-planet dan bulan-bulan berubah selama ribuan tahun, banyak dari benda-benda kecil es, batu, dan logam ini belum. Jadi asteroid seperti kapsul waktu yang mengambang di luar angkasa dan dapat memberikan rekaman fosil kelahiran tata surya kita," ungkap Lori Glaze, Kepala Divisi Ilmu Planet NASA dalam konferensi pers.

Pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx telah mengorbit dekat dengan bumi selama dua tahun untuk mempersiapkan momen ini.

Namun sama halnya dengan ahli paleontologi yang perlu mempelajari berbagai fosil untuk mempelajari tentang spesies dan zaman yang berbeda, para ilmuwan perlu mengunjungi sejumlah asteroid untuk melukiskan gambaran rinci bagaimana Tata Surya bisa menjadi seperti sekarang.

Misi pengangkatan asteroid Bennu ini juga disebut dengan Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security, Regolith Explorer, hanyalah salah satu dari sekumpulan misi asteroid dalam agenda NASA.

Upaya pengambilan sampel oleh OSIRIS-REx ini adalah kunci dari agenda sains, karena pesawat ruang angkasa akan membawa asteroid ke Bumi untuk para ilmuwan bisa memeriksa dengan alat yang lebih canggih dibandingkan saat berada di luar angkasa.

Secara khusus, peneliti akan menganalisis asam amino dan senyawa karbon lain yang memainkan peran penting dalam kehidupan Bumi.

Sampel asteroid Bennu ini diperkirakan sampai ke Bumi akhir dekade ini.

"Kami memiliki alasan yang sangat bagus untuk percaya bahwa sampel Bennu, ketika kembali, akan mengandung banyak molekul organik, blok bangunan," ungkap Jamie Elsila, ilmuwan peneliti di NASA Goddard Space Flight Center di Maryland, saat konferensi pers.

Tidak ditemukan adanya kehidupan di Bennu, tetapi Elsila mengungkapkan blok bangunan dan molekul organik ini dipercaya akan membantu kita memahami apa saja kandungan pada tata surya mulai terbentuk, ketika Bumi mulai ada tanda kehidupan, dan bagaimana molekul organik bisa sampai ke permukaan Bumi yang mungkin terjadi di bagian tata surya lainnya.

Bisa menganalisis sampel di laboratorium Bumi sangat berharga secara keilmuan. Namun untuk membawa sampel ini sampai di bumi adalah tantangan sulit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid sampah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top