Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asteroid Dekati Bumi Lolos dari Deteksi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

Asteroid 2020 RF 3 merupakan asteroid baru yang jaraknya hanya 92.000 kilometer dari bumi, asteroid tersebut terdeteksi menggunakan teleskop PAN-STARRS di Hawaii pada 12 September 2020 kemarin
Fransiscus Primus Hernata
Fransiscus Primus Hernata - Bisnis.com 15 September 2020  |  10:28 WIB
Asteroid melintasi bumi - istimewa
Asteroid melintasi bumi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah asteroid berukuran sekitar 12 meter mendekati bumi, dengan jarak yang diperkirakan lebih dekat daripada antara bumi dan bulan.

Asteroid 2020 RF 3 merupakan asteroid baru yang jaraknya hanya 92.000 kilometer dari bumi, asteroid tersebut terdeteksi menggunakan teleskop PAN-STARRS di Hawaii pada 12 September 2020 kemarin, hanya selang satu hari sebelum asteroid itu mendekati bumi 13 September 2020.

Asteroid RF3 adalah batu luar angkasa berukuran kecil yang diperkirakan berukuran antara 5.3 meter sampai 12 meter. Batu ini termasuk ke dalam kelompok Asteroid aten, yaitu asteroid yang memiliki orbit dekat dengan bumi. Menurut NASA, terdapat lebih dari 1,100 asteroid aten yang berada di dalam tata surya.

Meskipun begitu kebanyakan asteroid aten tidak memiliki ancaman terhadap bumi termasuk asteroid RF3 ini, walaupun asteroid ini memiliki diameter sebesar 12 meter tetapi asteroid ini akan terbakar di atmosfer bumi apabila akan bertabrakan dengan bumi. Tetapi NASA menunjuk asteroid RF3 sebagai NEO (Near Earth Object) 

NEO adalah komet dan asteroid yang terpengaruh oleh gravitasi planet-planet terdekat sehingga orbitnya akan mendekati orbit bumi pada jarak yang dekat pada waktu tertentu. Kepentingan ilmiah terhadap komet dan asteroid biasanya disebabkan karena pada umumnya status mereka sebagai sisa dari pembentukan sistem formasi tata surya 4.6 juta tahun lalu yang tidak berubah.

Planet besar yang termasuk ke dalam planet luar tata surya (Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus) terbentuk dari jutaan kelompok komet dan sisa dari pembentukan ini berwujud sebagai komet yang kita lihat pada hari ini.

"Sama seperti halnya dengan komet, asteroid adalah sisa dari pembentukan dari planet dalam yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.” ungkap NASA seperti dikutip dari Express.co.uk.

Asteroid ini merupakan asteroid kedua di dalam waktu kurang dari bulan dari asteroid sebelumnya yang NASA gagal deteksi sampai orbit nya benar benar dekat. Di akhir Bulan Agustus, asteroid 2020 QG yaitu asteroid yang memiliki besar hampir sebesar mobil datang mendekati bumi dan hanya berjarak 2.000 mil dari bumi menjadikannya sebagai asteroid paling dekat yang berpapasan dengan bumi. Paul Chodas, direktur penelitian NEO dari NASA mengatakan bahwa para ahli tidak sadari hingga asteroid tersebut melewati bumi

“Asteroid tersebut mendekat secara tidak terdeteksi dari arah matahari, kita tidak melihatnya datang. Mendekatnya asteroid kemarin merupakan yang terdekat di dalam sejarah, apabila menghitung beberapa asteroid yang benar-benar berbenturan dengan planet kita” tambahnya.

Selama perjelanan menuju planet bumi, asteroid tersebut terpengaruh oleh daya tarik gravitasi bumi. Menurut NASA, lintasan asteroid tersebut berubah sebesar 45 derajat yang membuat rute perjalanan asteroid tersebut di alam semesta telah berubah.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa asteroid
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top