Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Operator Seluler Cuma Incar Spektrum Frekuensi di Pulau Jawa

Operator seluler dinilai lebih tertarik untuk menguasai spektrum di wilayah Pulau Jawa saja sejalan dengan kepadatan jumlah penduduknya.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  19:19 WIB
Teknisi melakukan pengecekan pada salah satu base transceiver station (BTS) di Jakarta, Senin (27/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Teknisi melakukan pengecekan pada salah satu base transceiver station (BTS) di Jakarta, Senin (27/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Operator seluler dinilai lebih tertarik untuk menguasai spektrum di wilayah Pulau Jawa saja daripada secara nasional. Padatnya jumlah penduduk di Pulau Jawa membuat lalu lintas data melesat tajam, sehingga dibutuhkan spektrum frekuensi tambahan.

Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan akusisi PT Berca Hardayaperkasa bukanlah jalan satu-satunya untuk mendapatkan hasil yang optimal dari lelang frekuensi 2300 MHz. Skala bisnis dan komersial hasil dari akuisisi tersebut juga menjadi perhitungan operator.

Menurutnya jika harga akusisi dan nilai komersial yang dihasilkan dari akuisisi tersebut menguntungkan, operator seluler akan tertarik untuk mengakuisisi Berca. Namun, jika harga yang diberikan terlalu mahal sedangkan secara komersial kurang menguntungkan, maka operator seluler akan enggan untuk mengakuisisi dan menggunakan spektrum yang ada.

“Rata-rata operator seluler membutuhkan spektrum di Jawa, di tempat lain mungkin masih kecukupan spektrumnya. Beberapa tahun ke depan kekurungan spektrum berada di daerah sibuk yaitu di Jawa,” kata Danny kepada Bisnis.com, Minggu (9/8/2020).

Menurut Danny salah satu tempat padat lalu lintas data yang dimiliki Berca saat ini terdapat di Medan, Sumatera Utara. Adapun di beberapa tempat lainnya masih menjadi perdebatan.

Dia menjelaskan bahwa spektrum frekuensi bukanlah harga mati untuk meningkatkan kapasitas dan layanan operator seluler. Tanpa spektrum tambahan, operator dapat menambah jumlah BTS untuk meningkatkan layanan mereka.

“Hitung-hitungannya seperti itu, menambah BTS dengan menambah spektrum mana yang lebih mahal?” kata Danny.

Sekedar catatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana melakukan lelang frekuensi radio 2300 MHz untuk daerah yang masih kosong pada tahun ini. Telkomsel dan Smartfren, masing-masing memiliki 30 MHz di rentang spektrum frekuensi 2300 MHz – 2360 MHz.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi seluler
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top