Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemenang Lelang Frekuensi 2300 MHz, Akademisi: Wajib Nego Berca

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro ITB menjelaskan alasan pemenang lelang frekuensi radio 2300 MHz harus mengakuisisi atau bernegosiasi dengan Berca.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  15:49 WIB
Teknisi melakukan perawatan base transceiver station (BTS) di area Jawa Tengah.  - Dok. XL Axiata
Teknisi melakukan perawatan base transceiver station (BTS) di area Jawa Tengah. - Dok. XL Axiata

Bisnis.com, JAKARTA – Pemenang lelang frekuensi radio 2300 MHz diyakini tidak akan mendapatkan manfaat yang optimal, kecuali mereka dapat bernegoisasi atau mengakuisisi PT Berca Hardayaperkasa.

Sekadar catatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana melakukan lelang frekuensi radio 2300 MHz untuk daerah yang masih kosong pada tahun ini.

Telkomsel dan Smartfren, masing-masing memiliki 30 MHz di spektrum 2300 MHz. Adapun, yang tersisa hanya di rentang frekeunsi 2360 -2390 MHz.

Di sana terdapat PT Berca Hardayaperkasa yang menguasai delapan dari 15 zona. Sisanya sebanyak tujuh zona, rencananya bakal dilelang Kemenkominfo pada tahun ini.

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan pemenang lelang frekuensi 2300 MHz harus melakukan negoisasi dengan Berca untuk mendapatkan layanan optimal.

Tanpa bernegoisasi atau mengakhusisi Berca, lanjutnya, layanan yang diperoleh dari spektrum frekuensi tambahan hanya berlaku per zona bukan nasional. Hal ini berdampak pada layanan yang akan mereka berikan.

“Jangan sampai kejadian seperti Flexy dan Esia, kalau ke Bandung dan ke Jakarta, frekuensi mereka tertukar, jadi aneh,” kata Ian kepada Bisnis.com, Minggu (9/8/2020).

Ian meyakini bahwa dalam negoisasi atau akuisisi yang bersifat business to business (B2B) tersebut, peluang pemenang lelang frekeunsi untuk mencaplok Berca sangat besar. Bisnis Berca yang saat ini tumbuh kurang optimal dan persaingan teknologi telekomunikasi yang makin modern, menjadi alasan mereka untuk melepas frekuensi dan aset yang dimiliki.

Dengan mengakuisisi Berca, nantinya pemenang tender berhak terhadap aset Berca seperti base transceiver station (BTS) dan jaringan tulang punggung serta frekuensi yang dimiliki Berca. Adapun, mengenai nilai akuisisi Berca oleh pemenang lelang, harganya akan menyesuaikan dengan jumlah titik yang Berca miliki.

Misalnya, harga PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) saat memenangi lelang pada 2017 senilai Rp1 triliun, maka nilai akusisi Berca adalah Rp1 triliun dibagi 15 zona, kemudian dikali jumlah zona yang dimiliki Berca, sehingga muncul nilai sekitar Rp533 miliar untuk delapan zona.

“Yang pasti harganya di bawah Rp1 triliun untuk delapan zona. Memang ada aset selain frekuensi, itu nanti tinggal dinilai saja berapa nilai. Kalau harganya di atas Rp1 triliun kemahalan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi telekomunikasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top