Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alibaba Cloud Luncurkan Data Center Ketiga di Indonesia

Alibaba Cloud berencana membangun pangkalan data ketiganya di Indonesia pada awal 2023 guna mengakomodasi banyaknya pelanggan di Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  16:05 WIB
Layar menunjukkan data lalu lintas Kota Hangzhou. Sistem manajemen lalu lintas di kota itu didukung Alibaba Cloud, di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China. - Reuters
Layar menunjukkan data lalu lintas Kota Hangzhou. Sistem manajemen lalu lintas di kota itu didukung Alibaba Cloud, di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelijen Alibaba Group, akan meluncurkan pangkalan data (data center) ketiganya di Indonesia awal 2021.

Leon Chen, Country Manager Alibaba Cloud Indonesia mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab permintaan yang terus bertambah dari pelanggan di Indonesia, di mana banyak dari mereka yang meningkatkan adopsi awan dan dengan cepat mengembangkan strategi transformasi digital mereka.

“Ekspansi ini dilakukan setelah Alibaba Cloud Indonesia membangun data center pertamanya di tahun 2018, dan data center kedua di tahun 2019. Setelah data center ketiga didirikan, Alibaba Cloud akan memiliki 64 zona ketersediaan di 21 wilayah di seluruh dunia,” jelasnya lewat konferensi virtual, Kamis, (2/7/2020)

Selain itu, dia mengungkapkan rencana pihaknya untuk membangun pusat scrubbing data pertama di Indonesia, guna membantu pelanggan Indonesia, terutama pelanggan di sektor keuangan dan gim untuk melindungi mereka dari serangan siber.

“Dengan keberadaan tiga data center di Indonesia, kami berupaya keras untuk dapat menyediakan infrastruktur awan terpercaya, aman, dan berkinerja tinggi dan tetap mematuhi peraturan lokal, termasuk persyaratan ketat dari sektor keuangan,” katanya.

Tiga data center Alibaba Cloud memastikan kemudahah akses dan memperkuat kemampuan pemulihan bencana, yang memungkinkan pelanggan untuk mendistribusikan beban kerja yang sangat penting ke berbagai zona ketersediaan.

Menurutnya, Hal tersebut sangat penting karena makin banyak bisnis termasuk perusahaan tradisional seperti bank yang memindahkan infrastruktur TI mereka ke awan setelah masa pandemic Covid-19.

Selain itu, data center baru juga akan memperkaya penawaran Alibaba Cloud untuk pelanggan lokal, menyediakan rangkaian produk dan layanan cloud yang komprehensif dari database, keamanan, jaringan ke pembelajaran mesin dan analisis data.

"Kami berupaya untuk terus memperluas produk-produk unggulan kami dan layanan inovatif untuk memenuhi beragam permintaan dari pelanggan kami di berbagai sektor, seperto e-commerce, keuangan, media daring, pendidikan dan gim." Tambahnya.

Sementara itu, pembukaan pusat scrubbing data pertama di Indonesia, yang diperkirakan akan selesai pada awal 2021, akan membantu mendeteksi, menganalisis, dan menghapus volume traffic yang besar dan berbahaya tingkat Tbps untuk mempertahankan serangan DDoS (Distributed Denial of Service), terutama untuk bisnis yang bergerak di sektor keuangan dan game yang biasanya menjadi target serangan siber.

"Saat serangan cyber seperti DDoS telah tumbuh dalam intensitas dan teknologi, terutama di saat lebih banyak bisnis yang mengalihkan infrastruktur TI mereka ke cloud, layanan Anti-DDoS Alibaba Cloud - yang digunakan pada pusat scrubbing data yang didistribusikan secara global - dapat secara otomatis mengurangi serangan dan memperkuat keamanan aplikasi pelanggan, dan secara signifikan mengurangi ancaman serangan berbahaya. " ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate melihat bahwa inisiatif ini dapat menjadi upaya percepatan transformasi digital di Indonesia.

“Melalui kesempatan ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada Alibaba Cloud atas dimulainya pembangunan Availibility Zone dan Data Scrubbing Center di Indonesia, yang diharapkan dapat diresmikan pada awal tahun 2021,” ucapnya.

Dia berharap proses pengelolaan data nantinya dapat dilakukan selaras dengan prinsip-prinsip pengelolaan data Pemerintah Indonesia, yakni prinsip yang sah secara hukum, patut, dan transparan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud computing komputasi awan alibaba
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top