Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Normal Baru, Mau Tak Mau Masyarakat Beradaptasi Dengan Teknologi

Kenormalan baru seiring pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus melek teknologi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  12:08 WIB
Kenormalan baru seiring pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus melek teknologi. - Ilustrasi/Istimewa
Kenormalan baru seiring pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus melek teknologi. - Ilustrasi/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Melek teknologi menjadi hal penting di era kenormalan baru atau new normal terkait pandemi Covid-19.

Masyarakat pun diharapkan mulai beradaptasi dengan teknologi untuk mendukung kegiatan sehari-hari.

Menurut Presiden Indonesian Michigan State University (MSU) Alumni Association Satya Hangga Yudha Widya Putra adaptasi terjadap teknologi menjadi tidak terhindarkan.

"Mau tidak mau, masyarakat harus beradaptasi dengan teknologi pada era normal baru ini. Kegiatan sehari-hari seperti berbelanja, transaksi perbankan, berwisata, bertransportasi, dan lainnya kini semua memanfaatkan teknologi atau iptek," kata Hangga dalam rilisnya, Minggu (28/6/2020).

Hangga juga mengharapkan masyarakat mulai berpikir secara kreatif dan inovatif, meningkatkan kepedulian sesama, dan selalu menjaga kondisi, kesehatan serta kebersihan selama masa normal baru.

Hal tersebut disampaikan Hangga saat menjadi pembicara kunci dalam program International Questions and Answers (International Q and A) bertajuk "What People Do in a New Normal 2020 (COVID-19)?".

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Balai Uji Standar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Indonesian MSU Alumni Association.

Tema yang diangkat adalah mendukung program Pemerintah Indonesia dalam pencegahan penularan dan penanggulangan Covid-19. Kegiatan tersebut juga bertujuan menyebarkan pesan positif kepada masyarakat dalam menyiapkan pola pikir dan sikap masyarakat dalam menghadapi era normal baru.

Program yang digagas Kepala BUSKIPM Woro Nur Endang Sariati ini rutin diselenggarakan setiap minggu sebagai sarana interaktif bagi publik untuk bertanya apa pun terkait tema.

Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati International Public Service Day 2020 dan Pekan Pelayanan Publik Bulan Mutu Karantina 2020.

Hangga menambahkan pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi sektor lain di antaranya ekonomi.

"Pandemi berpotensi memicu krisis ekonomi dunia dan untuk Indonesia diprediksi membuat deviasi terhadap target pembangunan pemerintah, terutama pertumbuhan ekonomi yang melambat dari estimasi awal," ujarnya.

BUSKIPM merupakan unit di bawah Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, yang bertugas menjalankan pengujian laboratorium terhadap hasil perikanan yang akan dikonsumsi masyarakat termasuk pengujian status kesehatan ikan.

Selama masa pandemi ini BKIPM juga memberikan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi Covid-19 melalui pemeriksaan implementasi sanitasi dan higienitas pengolahan produk perikanan untuk memastikan bahwa produk konsumsi masyarakat dalam kondisi aman.

Segenap komponen BKIPM juga melaksanakan program peningkatan kesadaran masyarakat untuk pencegahan Covid-19 melalui berbagai program.

Program dimaksud di antaranya forum kesadaran publik secara daring, pemberian bantuan bahan kebutuhan sehari-hari, dan produk perikanan selama masa karantina Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget New Normal

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top