Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengguna Facebook dan Instagram Bisa Matikan Iklan Berbau Politik

Google akan terus mengizinkan iklan politik tetapi tidak akan lagi mengizinkan pengiklan menargetkan mikro pesan mereka.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  09:54 WIB
Google mengizinkan iklan politik tetapi tidak akan lagi mengizinkan pengiklan menargetkan mikro pesan mereka. - Antara
Google mengizinkan iklan politik tetapi tidak akan lagi mengizinkan pengiklan menargetkan mikro pesan mereka. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar gembira bagi Anda yang muak dengan kehadiran iklan berbau politik di platform sosial media Facebook dan Instagram.

Mulai 17 Juni 2020, Anda diberikan opsi untuk mematikan seluruh iklan berbau politik yang biasanya muncul di kedua platform tersebut.

Melansir The Hill pada Kamis (16/6/2020) Facebook Inc., selaku pemilik Facebook dan Instagram menyatakan fitur terbaru ini untuk sementara hanya tersedia di Amerika Serikat (AS) saja. Adapun, di negara-negara lainnya akan segera menyusul dalam beberapa pekan ke depan.

Keputusan tersebut diambil lantaran pemilihan presiden AS akan berlangsung dalam waktu dekat. Langkah ini juga dilakukan sebagai bagian dari inisiatif yang lebih besar dari perusahaan untuk meningkatkan pendaftaran pemilih tahun ini.

Sebagai catatan, Facebook Inc. berjanji untuk membantu hingga 4 juta orang di AS untuk mendaftar sebagai pemilih pada November tahun ini.

"Bagi Anda yang sudah mengambil pilihan dan hanya ingin pemilu selesai, kami mengerti. Jadi kami juga memperkenalkan kemampuan untuk mematikan melihat iklan politik. Kami akan tetap mengingatkan Anda untuk memilih," kata CEO Facebook Inc., Mark Zuckerberg.

Mark menyebut untuk mematikan iklan politik akan berlaku untuk iklan masalah politik, pemilihan umum, dan sosial dari para kandidat. Opsi ini akan muncul untuk pengguna secara langsung di iklan politik apa pun di Facebook dan Instagram atau melalui pengaturan iklan yang ada di setelan platform tersebut.

Lebih lanjut, menurut Mark terdapat pula opsi agar pengguna bisa melihat iklan politik dengan porsi yang lebih sedikit, alih-alih mematikan seluruhnya.

Perusahaan teknologi lain sebelumnya telah mengambil pendekatan berbeda untuk iklan politik. CEO Twitter Jack Dorsey Oktober lalu mengumumkan larangan semua iklan politik yang muncul di platform.

Adapun, Google mengatakan pada November bahwa mereka akan terus mengizinkan iklan politik tetapi tidak akan lagi mengizinkan pengiklan menargetkan mikro pesan mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

politik google facebook instagram
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top