Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mozilla Kenalkan 5 Standar Baru Keamanan di Internet

Mozilla Firefox menggandeng Consumer International dan Internet Society dalam menyusun standar keamanan baru itu.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  08:04 WIB
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi Mozilla dengan produk perambahan Firefox meluncurkan lima standar keamanan berselancar di internet.

Strandar keamanan ini dibentuk bersama Consumer International dan Internet Society. Dalam keamanan baru itu, perusahaan yang terlibat dalam produksi yang terhubung internet harus memenuhi kebutuhan keamanan dan perlindungan data pribadi penggunanya.

Dikutip dari laman resmi, Rabu (17/6/2020) persyaratan yang wajib dipenuhi oleh sebuah aplikasi sesuai dengan standar tersebut meliputi enkripsi, pembaruan keamanan (Security Updates), persyaratan kata sandi yang kuat (Strong Passwords), pengelolaan kerentanan (Vulnerability Management), dan praktik-praktik terbaik untuk privasi data (Privacy Practices).

Para peneliti Mozilla telah menelusuri 15 aplikasi untuk mendapatkan informasi mengenai privasi dan keamanan. Secara total, terdapat 12 aplikasi yang memenuhi Standar Keamanan Minimum Mozilla, termasuk Zoom, Google Duo/Hangouts Meet, Apple FaceTime, Skype, Facebook Messenger, WhatsApp, Jitsi Meet, Signal, Microsoft Teams, BlueJeans, GoTo Meeting, dan Cisco WebEx.

Selain itu, terdapat tiga produk yang tidak memenuhi Standar Keamanan Minimum Mozilla, yaitu: Houseparty, Discord, and Doxy.me.

Lebih lanjut, Mozilla menjelaskan semua aplikasi menerapkan enkripsi dengan bentuk tertentu, tetapi tidak semua aspek keamanannya sama. Terutama tidak semua aplikasi menggunakan enkripsi end-to-end.

Terdapat aplikasi yang menggunakan enkripsi client-to-server, serupa dengan yang diterapkan browser internet saat pengguna mengakses situs web HTTPS.

Pada saat data bergerak dari satu titik ke titik lainnya, data tersebut tidak dapat dibaca. Meskipun tidak seperti enkripsi end-to-end, setelah data sampai di server perusahaan, barulah data tersebut dapat dibaca. 

Perlu diketahui, aplikasi panggilan video untuk keperluan bisnis dilengkapi dengan serangkaian fitur yang berbeda dari aplikasi panggilan video untuk keperluan sehari-hari

Aplikasi panggilan video seperti FaceTime, Google Duo, Signal, dan Houseparty memiliki serangkaian fitur aplikasi chatting dan panggilan video dengan kemudahan penggunaan.

Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan aplikasi panggilan video yang diperuntukan bagi keperluan bisnis seperti Zoom, BlueJeans, GoToMeeting, Microsoft Teams, dan Cisco Webex.

Pengguna yang lebih menyukai sesuatu yang sederhana mungkin tidak akan terlalu cocok dengan aplikasi-aplikasi untuk bisnis tersebut, melainkan mereka akan menggunakan aplikasi panggilan video yang lebih umum dipakai orang.

Untuk pengguna aplikasi bisnis yang menginginkan serangkaian fitur yang lebih lengkap dan mampu untuk berlangganan akun premium, mungkin akan memilih aplikasi yang memang difokuskan untuk memenuhi keperluan bisnis.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet Mozilla Firefox
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top