Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Buka Opsi Pendanaan Baru Bagi Startup

Pemerintah membuka pintu investasi langsung kepada perusahaan rintisan dalam bentuk pemberian pinjaman.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  16:56 WIB
Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital - Ilustrasi/kemenkominfo
Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital - Ilustrasi/kemenkominfo

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 53 Tahun 2020 tentang Tata Cara Investasi Pemerintah membuka pintu investasi langsung kepada perusahaan rintisan dalam bentuk pemberian pinjaman dari pemerintah.

Diberlakukannya aturan tersebut sejak 20 Mei 2020 lalu, diharapkan dapat menjadi solusi atas beberapa kendala besar bagi investasi perusahaan rintisan di Tanah Air selama ini, salah satunya adalah opsi pendanaan.

Dalam Pasal 59 ayat 2 PMK 53/2020, dana investasi disalurkan melalui pemberian pinjaman, kerja sama investasi, dan bentuk investasi lainnya dan dilakukan oleh Operator Investasi Pemerintah (OIP) kepada Badan Layanan Umum (BLU), badan usaha, dan pemerintah daerah (pemda) berdasarkan perjanjian.

Terkait dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto mengatakan pemerintah mengambil best practice dari negara-negara yang sebelumnya telah melakukan hal serupa dalam pendanaan startup.

"Best practices dukungan pemerintah terhadap startup ada di India dan China dalam bentuk modal ventura," ujar Andin kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020).

Di China, pemerintah negara tersebut telah mendirikan perusahaan modal ventura nasional yang lahir dari badan usaha milik negara (BUMN) sebagai opsi pendanaan bagi startup.

Sementara di India, telah disahkan Startup Intellectual Property Protection (SIPP) serta memberikan pengecualian investasi pajak bagi pemodal ventura.

Selain itu, opsi pendanaan startup di dua negara tetangga, yaitu Singapura dan Malaysia, juga jauh lebih berkembang. Di Singapura, berdiri badan pendanaan seperti Temasek dengan dana kelolaan mencapai US$197 miliar. Salah satu dekakorn asal Indonesia, Gojek, meraup pendanaan dari badan tersebut.

Di Malaysia, terdapat Khazanah Nasional dengan dana kelolaan mencapai US$35 miliar. Pemerintah Malaysia juga menganggarkan US$478 juta untuk investasi bersama dengan Private Equity dan Venture Capital Fund pada 2019 lalu.

Sejauh ini, Indonesia belum memiliki badan hukum yang jelas terkait dengan penyaluran investasi langsung kepada perusahaan rintisan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp pendanaan modal ventura
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top