Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenormalan Baru, Investor Mulai Bidik Startup Lokal

Pundi-pundi investasi diperkirakan mengalir ke perusahaan rintisan atau startup di beberapa sektor, yakni agrikultura, logistik, dan kesehatan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  08:49 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki era kenormalan baru (new normal), sejumlah perusahaan modal ventura mulai aktif melirik investasi baru di perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air. Pundi-pundi investasi diperkirakan mengalir ke beberapa sektor, yakni agrikultura, logistik, dan kesehatan.

Investment Associate Ideosource Venture Eldo Wana Kusuma mengatakan setidaknya ada sekitar 150 perusahaan modal ventura yang berminat menanamkan modal ke perusahaan-perusahaan rintisan di Indonesia dengan total nilai investasi US$4-5 miliar.

Beberapa perusahaan, kata Eldo, sedang menganalisis perkembangan dunia investasi di Indonesia pada era kenormalan baru. Adapun, sektor-sektor yang berpeluang besar meraup pundi-pundi terdiri atas logistic atau pangan, agrikultura, dan kesehatan.

Pasalnya, perusahaan-perusahaan rintisan di sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar di masa mendatang setelah permintaan produk-produk terkait tetap tinggi di masa pandemi virus corona (Covid-19).

"Rata-rata [pemodal ventura] masih melakukan deal sourcing atau pencarian terhadap startup-startup yang berpotensi didanai. Para investor ini akan mulai shifting untuk investasi dari sektor-sektor tersebut," ujar Eldo kepada Bisnis, Senin (1/6/2020).

Besarnya peluang pendanaan dapat mendongkrak jumlah dan nilai kesepakatan beberapa vertikal bisnis seperti di sektor kesehatan dan agrikultura.

Berdasarkan laporan Dealstreet Asia berjudul Southeast Asia Deal Review: Q1 2020, sektor-sektor seperti healthtechfoodtech, dan greentech berada di level terendah dari urutan kesepakatan investasi di sepanjang kuartal I/2020.

Selama kuartal I, perusahaan di ketiga vertikal tersebut masing-masing hanya melakukan satu kesepakatan dengan total nilai investasi US$5,2 juta.

Berbanding terbalik dengan sektor dagang elektronik dan edukasi yang berhasil melakukan 14 kesepakatan dengan total nilai investasi mencapai US$33,2 juta di periode yang sama.

Adapun, Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono menilai perkiraan total nilai investasi US$4-5 miliar dinilai merupakan angka yang realistis.

Bahkan, dia berharap nilai investasi di ekosistem startup Indonesia di masa 'kenormalan baru' bisa mencapai US$7-8 milar.

"Bila recovery back to normal bisa dijalankan tepat waktu mulai akhir Juni [2020] ini, kami berharap investasi buat startup Indonesia bisa US$7-8 miliar. Apalagi, Indonesia digolongkan sebagai negara yang diprediksi akan cepat recovery-nya," ungkap Handito kepada Bisnis.

Menurutnya, program komprehensif yang dilakukan pemerintah dengan menempatkan pemulihan ekonomi sebagai prioritas ganda, selain pencegahan penyebaran Covid- 19, membuat Indonesia relatif lebih siap untuk melakukan pemulihan.

Hal tersebut dinilai mampu memberikan sinyal positif kepada para investor dari luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi StartUp investasi startup New Normal
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top