Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gojek dan Traveloka Tolak Jadi Platform Kartu Prakerja?

Dua perusahaan unikorn asal Indonesia yakni Gojek dan Tokopedia memilih untuk tidak ikut serta dalam program Kartu Prakerja.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 29 April 2020  |  16:01 WIB
Ilustrasi - Kartu Prakerja - ANTARA
Ilustrasi - Kartu Prakerja - ANTARA

Bisnis.com. JAKARTA – Dua perusahaan rintisan (startup) yakni Gojek dan Traveloka disebutkan menjadi korporasi yang menolak untuk ikut serta sebagai platform mitra dalam program Kartu Prakerja.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, pada awalnya Gojek dan Traveloka masuk sebagai perusahaan yang diajak untuk bermitra dengan pemerintah sebagai platform Kartu Prakerja. Selain Gojek dan Traveloka sejumlah perusahaa digital lain pun diajak bekerja sama oleh pemerintah.

"Tapi Gojek dan Traveloka bilang, kami belum masik dulu deh,” ujarnya dalam konferensi pers daring Rabu (29/4/2020).

Denni mengatakan, alasan penolakan Gojek dan Traveloka dalam program Kartu Prakerja lantaran kedua perusahaan itu menilai program pemerintah itu belum cocok dengan bisnis utama perusahaan. Alhasil kedua perusahaan itu tidak jadi masuk dalam daftar platform mitra Kartu Prakerja.

Kendati demikian, Denni menjanjikan pemerintah akan membuka peluang untuk menambaha jumlah platform mitra Kartu Prakerja.

“Sekarang baru jalan  1 bulan, sabar dulu. Sekarang sudah ada 8 mitra, itu sudah lumayan. Ke depan kita akan buat perjanjian yang lebih solid dengan calon mitra lain. Saya ingin siapapun yang jadi mitra harus sesuai kapabilitasnya dengan program Kartu Prakerja,” katanya.

Adapun, saat ini terdapat delapan platform yang bermitra dengan pemerintah dalam melaksanakan program Kartu Prakerja. Mereka adalah, Tokopedia, Ruangguru, MauBelajarApa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, PijarMahir dan Sisnaker

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu prakerja Gojek Traveloka
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top