Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keren! Manggala Agni Muara Teweh Produksi Disinfektan Herbal

Mereka membuat bahan disinfektan herbal yang berasal dari pohon bambu untuk mengganti bahan dari cairan kimia guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 April 2020  |  08:50 WIB
Keren! Manggala Agni Muara Teweh Produksi Disinfektan Herbal
Proses pengolahan cairan cuka kayu untuk desinfektan herbal berbahan baku pohon bambu di Kantor Daops Manggala Agni Kalimantan IV Muara Teweh, Minggu (5/4/2020) ANTARA - HO/Daops Manggala Agni Kalimantan IV Muara Teweh
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kreativitas datang dari Kantor Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan IV Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Mereka membuat bahan disinfektan herbal yang berasal dari pohon bambu untuk mengganti bahan dari cairan kimia guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Disinfektan ramah lingkungan yang diberi nama cairan cuka kayu ini aman bagi manusia dan lainnya, apalagi bahan bakunya banyak tumbuh di daerah ini," kata Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IV Muara Teweh Andreas Ero, Selasa.

Menurutnya, dalam pengolahan desinfektan herbal ini pihaknya bekerja sama dengan Kantor Daops Manggala Agni Kalimantan II Kapuas selaku pembimbing praktek pembuatan disinfektan cairan cuka kayu berbahan baku bambu.

Proses pembuatan cuka kayu ini, kata dia, tergolong mudah karena bahannya banyak tumbuh di sekitar Kantor Daops Manggala Agni Muara Teweh.

Diharapkan, hasil pembuatan cuka kayu ini dapat dipergunakan dalam pencegahan penyebaran virus corona.

"Diharapkan dapat dipergunakan untuk upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan desinfektan pada sarana prasarana gedung, kantor fasilitas publik dan tempat masyarakat lainnya, serta dengan menerapkan budaya hidup bersih, dan menjaga lingkungan sekitar," kata Andreas.

Sementara itu, Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan II Kapuas Aswaludin menjelaskan pembuatan disinfektan berbahan herbal ini berdasarkan dari Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memproduksi desinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair) sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian LHK melalui Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan melakukan pengolahan desinfektan herbal ini awalnya di Daops Kapuas.

"Setelah berhasil, kami melakukan pelatihan kepada petugas Manggala Agni Muara Teweh ini untuk membuat cairan cuka kayu ini," kata dia.

Dia mengatakan, dari hasil Penelitian dan Pengembangan Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) ini juga diproduksi hand sanitizer dengan formula asap cair (cuka kayu).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona bambu disinfektan

Sumber : Antara

Editor : David Eka Issetiabudi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top