BukuWarung Raup Pendanaan Tahap Awal Dari East Ventures dan Mitra Lain

Selain East Ventures, investor lain yang terlibat dalam ronde pendanaan tersebut adalah AC Ventures (dulu Agaeti Ventures, Convergence Ventures), Golden Gate Ventures, Tanglin Venture Partners, dan Michael Sampoerna.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 07 April 2020  |  10:15 WIB
BukuWarung Raup Pendanaan Tahap Awal Dari East Ventures dan Mitra Lain
Logo East Ventures

Bisnis.com, JAKARTA - BukuWarung, perusahaan penyedia aplikasi pembukuan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghimpun seed funding dengan nilai yang tidak dipublikasikan dalam ronde pendanaan yang dipimpin oleh East Ventures.

Investor lain yang terlibat dalam ronde pendanaan tersebut adalah AC Ventures (dulu Agaeti Ventures, Convergence Ventures), Golden Gate Ventures, Tanglin Venture Partners, dan Michael Sampoerna dengan partisipasi oleh angel investors dari Grab, Gojek, Flipkart, PayPal, Xendit, Rapyd, Alterra, Zen Rooms, dan lainnya.

Modal segar tersebut rencananya akan digunakan oleh BukuWarung untuk memperkuat posisi di pasar Indonesia serta pengembangan tim yang ada di Jakarta dengan merekrut talenta baru di bidang engineering, poduk, desain, pertumbuhan, dan kemitraan.

Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan eksekusi yang cepat dan fokus membuat BukuWarung mencatatkan pertumbuhan traction dan engagement yang pesat, sehingga menjadikan perusahaan itu salah satu pemain utama di industri UMKM.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Kami yakin gelombang startup inovatif berikutnya akan muncul dari upaya mendorong digitalisasi di segmen UMKM. Oleh karena itu, kami tidak hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk memutuskan menjadi mitra BukuWarung," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Selasa (7/4/2020).

Co-founder BukuWarung Abhinay Peddisetty mengatakan dalam beberapa bulan pertama perusahaan menikmati momentum pertumbuhan yang kuat. Meskipun, belum mencapai 1 persen dari 60 juta pemilik warung di Indonesia, yang hampir seluruhnya bergantung pada metode pencatatan tradisional atau tidak melakukan pembukuan sama sekali.

Para pemilik warung tersebut dikatakan tidak bisa memantau aliran kas dan utang/piutang mereka ke pelanggan dan pemasok.

"Misi kami adalah mendukung pemilik warung ini dengan teknologi sehingga mereka bisa mengelola bisnis mereka dengan efisien. Kasbon (utang/piutang) mencakup 80 persen dari bisnis mereka. Ini alasan kami berfokus kepada produk pembukuan digital," kata Peddisetty.

Co-founder BukuWarung Chinmay Chauhan menambahkan tingkat penggunaan fitur-fitur yang ditawarkan oleh BukaWarung di dalam aplikasinya naik 500 persen dalam 2 bulan terakhir.

Selain itu, ke depannya BukaWarung berencana meluncurkan fitur yang bisa digunakan pemilik warung untuk mengirimkan ke pelanggan mereka, tautan (link) pembayaran dengan dompet digital dan metode lainnya, sebagai upaya mengurangi kontak langsung di tengah pandemi virus corona (Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendanaan, east ventures

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : David Eka Issetiabudi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top