Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demi Microsoft, Jokowi Siapkan Kebijakan Kilat

Presiden Joko Widodo menjanjikan bakal menerbitkan aturan baru dalam sepekan untuk mengakomodasi investasi dari Microsoft
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  12:55 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada media usai melepasliarkan sepasang Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi, Jumat (14/2/2020). - Bisnis/Muhammad Khadafi
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada media usai melepasliarkan sepasang Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi, Jumat (14/2/2020). - Bisnis/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menyatakan akan segera membuat regulasi untuk keperluan pusat data (data center) di Indonesia.

Presiden mengatakan, regulasi itu berkaitan dengan ketentuan mengenai pusat data di Indonesia.

“Tadi pagi kami telah melakukan pertemuan dengan Microsoft juga yang berkaitan dengan data center,” ujarnya saat membuka agenda Digital Economy Summit 2020, di Pacific Place, Kamis, (27/2).

Jokowi menyatakan bahwa Indonesia akan menyiapkan segala keperluan terkait investasi Microsoft akan pusat data di Indonesia selama satu  minggu.

“Saya sampaikan kepada beliau [Microsoft] akan saya selesaikan [regulasi], waktunya tidak lebih dari  satu minggu apa yang diinginkan [untuk regulasinya],” ungkapnya.

Jokowi meneruskan bahwa dirinya telah berbincang dengan CEO Microsoft Satya Nadella untuk menyampaikan ingin mendorong agar dunia bisnis dan dunia usaha kita bisa bekerja lebih efisien dan efektif.

“Intinya kami ingin investasi di data center, tapi saya sampaikan bahwa kita ini juga masih mengajukan undang-undang untuk perlindungan data pribadi,” jelasnya.

Sebagai informasi Microsoft Corporation akan melakukan investasi di Indonesia. Perusahaan produk dan jasa teknologi informasi tersebut berniat membangun sebuah pusat data di Indonesia.

“Tapi Microsoft ingin segera investasi di indonesia sehingga nanti dalam seminggu ini akan kita putuskan untuk membuat sebuah regulasi segera yg mendukung investasi yang berkaitan dengan data center,” lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, Indonesia merupakan negara dengan nilai ekonomi digital terbesar dan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Untuk diketahui di 2015 lalu, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar US$8 miliar atau setara Rp 120 triliun.

Sementara tahun 2019 lalu, nilainya naik menjadi US$40 miliar atau Rp 560 triliun.

"Dan diprediksi di tahun 2025 kita akan memiliki US$133 miliar, silakan kalikan sendiri berapa triliun rupiah. Ekosistem startup kita teraktif di Asia Tenggara, dengan penduduk besar sekali. Sebuah pasar yang sangat besar," sambungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi microsoft
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top