Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Porsi Pendapatan Data XL Axiata Kembali Membengkak

Pendapatan XL Axiata dari layanan data meningkat sebesar 28 persen secara tahunan. Kontribusi pendapatan layanan data terhadap total pendapatan layanan perusahaan juga semakin besar, mencapai 89 persen di tahun 2019.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  11:06 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT  XL Axiata Tbk. mencatatkan pendapatan terbesar sepanjang sejarah perusahaan yakni sebesar Rp25,15 triliun pada 2019. Porsi pendapatan dari layanan data pun kembali meningkat tahun ini.

Melalui keterangan resmi yang diterima oleh Bisnis, Senin (10/2/2020), pendapatan perusahaan naik 9 persen dibandingan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan ini terutama ditopang oleh pendapatan dari layanan data yang meningkat sebesar 28 persen secara tahunan.

Secara total, kontribusi pendapatan layanan data terhadap total pendapatan layanan perusahaan juga semakin besar, mencapai 89 persen di tahun 2019. Sekadar informasi, pada 2018 kontribusi pendapatan layanan data pada total pendapatan perusahaan mencapai  80 persen per akhir 2018 atau meningkat dari 69 persen dari 2017.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan perusahaannya  berupaya memfokuskan diri dan konsisten dalam menerapkan strategi yang mengutamakan layanan data.

Pertumbuhan pendapatan didorong oleh pertumbuhan pendapatan layanan dengan data sebagai motor utama. Kami berhasil mendorong program-program upselling, dengan meningkatkan penerapan analisa perilaku kebutuhan pelanggan dengan menggunakan platform omni channel,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (10/2/2020).

Dian menambahkan, perusahaan juga terus konsisten dengan strategi dual brand dengan menggunakan merek “XL” dan “AXIS” untuk menyasar segmen pasar yang berbeda, dengan penawaran produk  inovatif yang disesuaikan karakteristik tiap konsumen.

Menurutnya, kedua merek tersebut terus tumbuh dan mendapatkan daya tarik dari segmen pelanggan masing-masing sebagaimana dibuktikan oleh Net Promoter Scores (NPS).

Pada 2019, nilai NPS XL dan AXIS terus tumbuh sehingga memperkuat posisi strong number two di masing-masing segmen. Keberhasilan dalam melakukan upselling dapat dilihat dari rerata pendapatan per pengguna atau ARPU blended yang meningkat 9 persen menjadi Rp35.000 dari sebelumnya Rp32.000.

Sepanjang tahun 2019, XL Axiata juga terus melakukan perluasan jangkauan dan kapasitas jaringan terutama di wilayah luar Jawa. Hingga akhir 2019, total jumlah BTS XL Axiata meningkat menjadi lebih dari 130 ribu, termasuk lebih dari 40 ribu BTS 4G. Layanan 4G XL Axiata saat ini telah tersedia di 425 kota/kabupaten. XL Axiata juga terus berinvestasi dalam fiberisasi jaringan untuk melayani trafik data yang terus meningkat dengan pesat.

Selain itu, investasi pada transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan peningkatan jaringan lainnya untuk melayani pertumbuhan trafik data sehingga dapat memberikan stabilitas pada koneksi, memperluas kapasitas jaringan, dan meningkatkan kualitas layanan data secara umum juga terus dilakukan.

Pada periode yang sama ini, pengguna ponsel pintar juga berhasil mencapai 48,8 juta pelanggan naik 11 persen dari 2018. Sementara itu untuk jumlah total pelangan XL Axiata tercatat sebanyak 56,7 juta pelanggan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata pendapatan data
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top