Huawei Menangkan Kontrak Infrastruktur 5G untuk Jerman

Raksasa telekomunikasi China, Huawei kemarin memenangkan kontrak untuk memasok infrastruktur 5G ke Jerman, akan tetapi kesepakatan yang sensitif secara politis itu harus mendapat persetujuan pemerintah menyusul kekhawatiran Amerika Serikat (AS) tentang teknologi mata-mata negara itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  07:00 WIB
Huawei Menangkan Kontrak Infrastruktur 5G untuk Jerman
Logo perusahaan Huawei tampak di mal di Shanghai, China, 3 Juni 2019, - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa telekomunikasi China, Huawei kemarin memenangkan kontrak untuk memasok infrastruktur 5G ke Jerman, akan  tetapi kesepakatan yang sensitif secara politis itu harus mendapat persetujuan pemerintah menyusul kekhawatiran Amerika  Serikat (AS) tentang teknologi mata-mata negara itu.

Telefonica Jerman, operator terbesar kedua setelah Deutsche Telekom, menyatakan pihaknya memberi Huawei dan Nokia Finlandia peran yang setara dalam proyek tersebut.

Perusahaan itu menyebut kedua entitas merupakan "mitra strategis yang telah terbukti".

"Kerja sama ini ... akan tunduk pada sertifikasi keamanan teknologi dan harus sesuai dengan peraturan hukum di Jerman," menurut Telefonica Germany dalam sebuah pernyataan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (12/12/2019).

Perusahaan tersebut, sebuah unit dari raksasa Telefonica Spanyol, menyatakan akan patuh dengan proses politik yang sedang berlangsung dalam mendefinisikan pedoman keamanan, namun  tanpa menunda dimulainya peluncuran 5G.

Pihaknya akan memulai upgrade 5G tahun depan dan berharap untuk memasok 30 kota pada akhir 2022.

AS dan kekuatan internasional lainnya telah menyuarakan kekhawatiran bahwa Huawei dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai negara lain. Akan tetapi klaim itu dibantah keras oleh perusahaan tersebut.

Jerman sejauh ini menentang tekanan untuk mengecualikan Huawei dari proses penawaran dan menyatakan akan mensyaratkan kondisi keamanan yang ketat, tetapi para kritikus menuduh Berlin berusaha menenangkan China, mitra dagang terbesarnya, dan mengutamakan kepentingan ekonomi.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
huawei, amerika serikat, jerman

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top