Perusahaan Berlomba Lakukan Transformasi Digital, Ini Prediksi Biayanya

Berdasarkan studi terbaru dari International Data Corporation, total pengeluaran perusahaan untuk mewujudkan transformasi digital secara global diprediksi mencapai Rp28.000 triliun atau US$ 2 triliun pada tahun 2022. 
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  09:15 WIB
Perusahaan Berlomba Lakukan Transformasi Digital, Ini Prediksi Biayanya
Tangkapan layar sagaratechnology.com

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap perusahaan dewasa ini tengah berlomba untuk bertransformasi dengan cepat agar go digital. Menurut CEO Sagara Technology Adi Arriansyah transformasi digital merupakan investasi jangka panjang agar perusahaan bisa tetap bersaing. 

Berdasarkan studi terbaru dari International Data Corporation, total pengeluaran perusahaan untuk mewujudkan transformasi digital secara global diprediksi mencapai Rp28.000 triliun atau US$ 2 triliun pada tahun 2022. 

Selain itu, diperkirakan setiap perusahaan bakal mengalokasikan setidaknya 10 persen dari pendapatan mereka untuk mengeksekusi strategi digital sebagai investasi jangka panjang. Jika tidak melakukan transformasi bisnis, suatu perusahaan dapat tertinggal atau kalah dari kompetitor lainnya.

Adi berpandangan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi paling tinggi dalam hal pengembangan transformasi digital. 

Laporan Google dan Temasek memperkirakan bahwa ekonomi digital di Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara yaitu mencapai Rp 1.400 triliun atau US$ 100 miliar pada tahun 2025. Angka itu meningkat tiga kali lipat dari valuasi Rp378,5 triliun atau US$ 27 miliar pada 2018.

Sagara, menurut Adi, memiliki misi membantu akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dengan cara mendukung korporat, pemerintah dan lembaga lainnya untuk bisa menjangkau pelanggan dengan lebih baik dan meningkatkan efisiensi biaya. 

"Kami selalu menawarkan produk yang dinamis, menggunakan instrumen tech stack paling modern, seperti Node.js dan Express. Sementara, untuk pengembangan aplikasi, kami memfokuskan diri ke Native Apps, seperti Kotlin untuk Android, ataupun Swift untuk iOS,” tuturnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/12/2019).
 
Adi berharap Sagara dapat berkontribusi dalam menjadikan Indonesia sebagai smart nation serta  membantu pelaku bisnis di Indonesia berkembang secara optimal di era digital.

Sagara Technology, menurut Adi, menghadirkan layanan seperti website development, e-commerce, pengembangan untuk aplikasi Android dan iOS, big data, hingga pelatihan tenaga kerja IT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
digital

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top