Proyeksi 2020: Industri Telko Asia Tenggara Terdampak Perlambatan Ekonomi Global

ADA, perusahaan digital bagian dari Axiata Group, menyampaikan bahwa perlambatan ekonomi pada 2020 nanti, akan berdampak pada layanan keuangan, industri telekomunikasi, serta industri makanan dan minuman.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  15:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – ADA, perusahaan digital bagian dari Axiata Group, menyampaikan bahwa perlambatan ekonomi pada 2020 nanti, akan berdampak pada layanan keuangan, industri telekomunikasi, serta industri makanan dan minuman.

ADA melakukan survei terhadap 200 pelaku pemasaran yang tersebar di 9 negara. Dalam laporan yang berjudul “2020 Outlook for Southeast Asian Markets” ADA menyebutkan juga bahwa sekitar 46,1% responden menilai pertumbuhan pelanggan baru tahun depan akan berjalan lambat.

Sebanyak 30,1% responden menyebut bahwa pertumbuhan akan stagnan seperti 2019, dan 20,4% menyebut bahwa pertumbuhan pelanggan tetap terjadi cukup signifikam tahun depan. Laporan ADA tidak menyebut lebih detil mengenai alasan pertumbuhan jumlah pelanggan.    

Country Director Reach Indonesia, Yogi Triharso mengatakan selama 2019 ini perilaku belanja masyarakat mulai berubah khususnya dalam beberapa sektor.

Dia mengatakan masyarakat lebih sering menyimpan uang mereka dan selektif dalam menggunakan uang tersebut. Berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu.

“Orang sekarang sudah selektif belanja untuk telekomunikasi  dengan mencari harga yang paling sesuai,” kata Yogi, Kamis (5/12/2019).

Di samping itu, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa 46% responden meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara akan tumbuh antara melambat dan moderat pada 2020. Sebanyak 35,4% menyebut bahwa pertumbuhan moderat.

Sebanyak 10,2% tetap optimis bahwa pertumbuhan eknomi di Asia Tenggara akan melesat, dan 8,3% menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dibandingkan dengan 2019.

Mengenai kondisi ini, Yogi menyarankan kepada para tenaga pemasaran melakukan empat hal. Pertama, fokus pada pemanfaatan data untuk mengambil keputusan seperti mengidentifikasi masalah, memperoleh masukan unik dan mengambil langkah tepat.

Kedua, dalam kondisi perlambatan ekonomi, tenaga pemasar tetap harus mempertahankan merek dagang mereka. Yogi mengatakan bahwa kualitas pelayanan yang memuaskan akan tertanam di benak konsumen, sehingga pelanggan tetap loyal.

Ketiga, memenangkan hati pelanggan. Tenaga pemasar harus aktif dalam menyapa klien, agar mereka merasa diperhatikan dan tenaga pemasar berhasil mengambil hati pelanggan.

Terakhir, curi perhatian. Saat kondisi ekonomi yang melambat, para tenaga pemasaran tetap perlu memperkanalkan produk mereka. Sebab pada kondisi tersebut, umumnya beberapa perusahaan kompetitor memilih mempertahankan diri.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri telekomunikasi

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top