Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bakti Berencana Tambah Jaringan Palapa Ring Sepanjang 8.000 Km

Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi berencana menambah sekitar 8.000 km sistem komunikasi kabel Laut (SKKL) Palapa Ring. Proyek tersebut akan dibahas lebih detail tahun depan. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 November 2019  |  09:03 WIB
Pekerja melakukan proses bongkar muat kabel serat optik proyek Palapa Ring Paket Timur di Depo PT. Communication Cable Systems Indonesia (CCSI), Cilegon, Banten, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pekerja melakukan proses bongkar muat kabel serat optik proyek Palapa Ring Paket Timur di Depo PT. Communication Cable Systems Indonesia (CCSI), Cilegon, Banten, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi  (Bakti) berencana menambah sekitar 8.000 km sistem komunikasi kabel Laut (SKKL) Palapa Ring. Proyek tersebut akan dibahas lebih detail tahun depan. 

Direktur Utama Bakti Anang Latif menjelaskan keterlibatan sejumlah operator di Palapa Ring tidak hanya untuk memberi akses internet kepada pelanggan, tetapi juga sebagai sistem antisipasi atau redundant system jaringan tulang punggung operator. 

Dia mengatakan Palapa Ring yang ada saat ini masih terputus-putus antara Barat, Tengah dan Timur. Bakti berencana untuk mempersatukan Palapa Ring Barat sampai Palapa Ring Timur dengan membuat ting baru yang diberi nama Palapa Ring Extend. 

Palapa Ring Extend rencananya Palapa memiliki panjang 8.000 km yang membentang dari Kota Singkawang (Palapa Ring Barat) sampai Kabupaten Sarmi (Palapa Ring Timur). 

Redundant ini harus tersambung keseluruhannya. Katakanlah jaringan operator terputus, mereka tetap bisa menggunakan Palapa Ring untuk terhubung ke internasional. Kita punya jaringan sampai ke gateway internasional di Batam,” kata Anang kepada Bisnis.com, Senin (25/11/2019). 

Anang mengatakan Bakti akan memulai pengkajian pembangunan Palapa Ring Extend pada 2020. Program ini telah mendapat sinyal positif dari Kementerian Keuangan. 

Adapun mengenai skema yang diterapkan, kata Anang, saat ini masih dibahas secara internal untuk mencari cara yang lebih optimal. 

Anang mengatakan alasan Bakti lebih memilih menambah jumlah Palapa Ring dibandingkan dengan membangun jaringan pengalur atau backhaul, disebabkan perhitungan untuk membangun backhaul sangat kompleks dan bergantung kepada operator. Sedangkan tulang punggung Palapa Ring masih butuh jaringan yang lebih andal. 

“Bagaimanapun Palapa Ring perlu cukup andal, jadi katakanlah untuk terhubung dengan Palapa Ring, cukup masuk ke Palapa Ring sebanyak 90 kota akan terhubung,” kata Anang. 

Anang menuturkan selain menambah gelaran Palapa Ring, rencananya juga Bakti akan menambah dua satelit. Dia mengatakan dalam 5 tahun ke depan sejumlah proyek tengah disiapkan untuk memberikan akses telekomunikasi di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palapa ring
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top