Ini Fitur-Fitur Terbaru Alibaba Cloud

Sepanjang perhelatan Apsara Conference 2019, Alibaba Cloud meluncurkan 85 produk dan fitur baru, yang difokuskan untuk menunjang evolusi perusahaan dalam bisnis data intelligence dan komputasi awan berbasis kecerdasan buatan.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 27 September 2019  |  08:07 WIB
Ini Fitur-Fitur Terbaru Alibaba Cloud
Alibaba Group - Reuters

Bisnis.com, HANGZHOU —  Sepanjang perhelatan Apsara Conference 2019, Alibaba Cloud meluncurkan 85 produk dan fitur baru, yang difokuskan untuk menunjang evolusi perusahaan dalam bisnis data intelligence dan komputasi awan berbasis kecerdasan buatan.

Selama 6 bulan terakhir, Alibaba Cloud telah menambah 597 produk dan fitur baru, serta lebih dari 300 solusi pada portofolionya.

Pada hari kedua Apsara Conference 2019 yang digelar di Hangzhou selama 25—27 September 2019, Alibaba memperkenalkan generasi ketiga dari Arsitektur X-Dragon, yang diklaim dapat meningkatkan kinerja server Alibaba Cloud di seluruh dunia hingga lima kali lipat.

President of Product and Solution Alibaba Cloud Intelligence Ma Jin menjelaskan, Arsitektur X-Dragon merupakan platform komputasi yang mengintegrasikan berbagai layanan solusi—mulai dari elastic container service (ECS) hingga mesin virtual—dalam satu platform.

“Generasi ketiga X-Dragon ini telah diujicobakan dalam berbagai skenario dagang-el yang membutuhkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan [artificial intelligence] tingkat tinggi. Sistem komputasi terbaru ini mampu meningkakan queries-per-second [QPS] sebesar 30% dan menurunkan latensi hingga 60%,” kata Jin di sela-sela Apsara Conference 2019 di Hangzhou, Kamis (26/9/2019).

Dia juga menjelaskan pembaruan tersebut juga dapat mengurangi pemborosan daya dari operasional server fisik, sehingga biaya komputasi unit dapat terpangkas hingga 50%.

Pada kesempatan yang sama, Alibaba juga meluncurkan generasi keenam 6 ECS Instance, yang berbasis Arsitektur X-Dragon. Sistem tersebut diklaim mampu meningkatkan daya komputasi hingga 20%, mengurangi latensi memori hingga 30%, dan mengurangi latensi penyimpanan data hingga 70%.

Saat ini, kata Jin, platform kecerdasan buatan tersebut telah digunakan di lebih dari 40 unit bisnis dalam ekosistem Alibaba serta telah melayani 1 miliar orang di seluruh dunia.

“Platform AI Alibaba menjalankan lebih dari 1 triliun pekerjaan setiap hari, seperti memproses 1 miliar gambar, 1,2 juta jam untuk video, 550.000 jam untuk pesan suara, dan 500 miliar kalimat dalam dua bahasa alami [natural language processing],” katanya.

Di Apsara Conference 2019, Alibaba Group juga meluncurkan  produk AI inference chip pertamanya. Produk cip cerdas tersebut dikembangkan oleh T-Head di bawah Alibaba DAMO Academy.

Saat ini, cip cerdas tersebut telah digunakan dalam operasi usaha Alibaba Group, terutama dalam hal pencarian produk pada situs dagang-el, rekomendasi terpersonalisasi, periklanan, layanan konsumen cerdas (intelligent customer service), terjemahan otomatis, dan sebagainya.

AI inference chip ditunjang dengan performa tinggi berkat teknologi neural processing unit (NPU) Hanguang 800 yang berfungsi untuk meningkatkan kecepatan proses eksekusi pembelajaran mesin (machine learning).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alibaba

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top