Kemendes PDTT Kolaborasi dengan Quipper Bangun Pendidikan di Halmahera Barat

Pemanfaatan teknologi berbasis internet menjadi hal yang sangat penting bagi dunia pendidikan. Namun, koneksi internet yang belum merata pada seluruh pulau di Indonesia menjadi tantangan tersendiri.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 25 September 2019  |  10:12 WIB
Kemendes PDTT Kolaborasi dengan Quipper Bangun Pendidikan di Halmahera Barat
Halmahera berselimutkan hutan - indonesia.travel

Bisnis.com, JAKARTA--Pemanfaatan teknologi berbasis internet menjadi hal yang sangat penting bagi dunia pendidikan. Namun, koneksi internet yang belum merata pada seluruh pulau di Indonesia menjadi tantangan tersendiri.

Berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Kabupaten Halmahera Barat di Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu dari 122 kabupaten yang tergolong dalam wilayah tertinggal. Oleh  karena itu, Kemendesa PDTT dan Quipper selaku perusahaan edukasi teknologi global, telah melaksanakan kolaborasi program Quipper Hybrid Learning Kapasitas Tenaga Pendidik.

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Desa PDTT, Priyono mengungkapkan, indeks pembangunan manusia di Halmahera Barat sangat kecil, hanya 64,64, sedangkan rerata nasional sudah di angka 71,59. Untuk menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM), maka dibutuhkan kerja sama di bidang pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kolaborasi untuk mengentaskan daerah tertinggal sangat diperlukan di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar)," ungkapnya di Jakarta, (24/9/2019).

Priyono mengungkapkan, kolaborasi juga dilakukan bersama dinas pendidikan setempat dan HaloHola sebagai perusahaan penyedia perangkat digital yang memungkinkan terjadinya metode belajar hybrid learning dapat dilakukan tanpa koneksi internet.

Content Manager Quipper Indonesia Hanani Faiza mengungkapkan, hybrid learning atau metode pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan pendampingan langsung lewat tatap muka (offline) dan online, di daerah yang memiliki keterbatasan jaringan internet.

"Kerja sama ini bertujuan untuk membantu pemerintah dengan meningkatkan cara belajar mengajar dan kualitas pendidikan di daerah tertinggal," ungkap Hanani. Dalam hybrid learning, ada empat mata pelajaran yang masuk dalam ujian nasional menjadi fokus pelajaran.

Sementara itu, anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah Itje Chodidjah menuturkan, hal terpenting dalam proses mengajar bukan hanya mendidik siswa tetapi juga penguasaan materi, manajemen kelas dan komunikasi yang baik. Oleh karena itu pelatihan peningkatan kapasitas pendidik yang dilakukan oleh pemerintah dan Quipper tidak boleh berhenti di Halmahera Barat saja dan harus terus dipantau perkembangannya.

Untuk mengetahui progres pembelajaran, Quipper melakukan pre-test bagi siswa untuk mengukur kemampuan akademis awal dan melakukan post-test setelah satu bulan implementasi. Hasilnya, peningkatan rata-rata nilai siswa naik dua kali lipat setelah metode belajar Hybrid Learning dengan Quipper Video dilakukan. Monitoring tersebut akan dilakukan hingga November untuk melihat progres secara keseluruhan dari program ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemendikbud, halmaherabarat

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top