18 Operator Berminat Sewa Palapa Ring Meski Tarifnya Mahal

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) merilis tarif sewa Palapa Ring Timur. Bakti membandrol tarif sewa dikisaran Rp10 juta—Rp552 juta per bulan. Ini merupakan yang termahal dibandingkan dengan Palapa Ring Tengah dan Barat.  
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 18 September 2019  |  10:36 WIB
18 Operator Berminat Sewa Palapa Ring Meski Tarifnya Mahal
Pekerja melakukan proses bongkar muat kabel serat optik proyek Palapa Ring Paket Timur di Depo PT. Communication Cable Systems Indonesia (CCSI), Cilegon, Banten, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) merilis tarif sewa Palapa Ring Timur. Bakti membandrol tarif sewa dikisaran Rp10 juta—Rp552 juta per bulan. Ini merupakan yang termahal dibandingkan dengan Palapa Ring Tengah dan Barat.  

Sebagai perbandingan, tarif sewa Palapa Ring Barat berkisar Rp20 juta—Rp445 juta per bulan, sedangkan Palapa Ring Tengah Rp9 juta—Rp240 juta per bulan.

Direktur Utama Bakti Anang Latif mengatakan, kendati memiliki tarif yang relatif lebih mahal, para operator telekomunikasi tetap antusias untuk menyewa Palapa Ring Timur.

“Hingga saat ini, sekurangnya 18 perusahaan yang berminat untuk menyewa Palapa Ring Timur,” tuturnya kepada Bisnis.com, Selasa (17/9/2019).

Terkait dengan detail 18 operator yang menyatakan minat untuk menggunakan Palapa Ring Timur, Anang menolak mengungkapkannya karena terikat perjanjian bisnis.

Lebih lanjut dia mengatakan, tingginya jumlah peminat karena cakupan Palapa Ring Timur lebih luas dibandingkan dengan proyek lainnya sehingga penetrasi operator ke wilayah timur pun makin mudah.

“Khusus timur karena jumlah kota yang dijangkau mencapai 51 kota/kabupaten, dibandingkan dengan wilayah barat sebanyak 12 kota/kabupaten, wilayah tengah 27 kota/kabupaten, sehingga dari sisi investasi, paket ini yang paling besar,” jelasnya.

Anang menambahkan, mahalnya harga sewa proyek Palapa Ring 11 karena menggunakan kabel lau t yang cukup banyak. Harga sewa serat optik bawah laut senilai Rp36 juta per kilometer per tahun, sedangkan serat optik di darat hanya Rp12 juta.

“Kabel laut itu investasi per kilometer lebih mahal, bisa empat kali lebih besar dibandingkan dengan kabel darat,” kata Anang.

Palapa Ring Timur merupakan bagian dari proyek palapa dengan jumlah kabel terpanjang dibandingkan dengan Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Barat.

Kabel Ring Timur membentang melewati lautan dan daratan 6.878 kilometer (km) dengan menggunakan 4,426 km kabel laut dan 2,452 km kabel darat.

Anang berharap, setelah operator telekomunikasi menggunakan Palapa Ring Timur, akses internet di beberapa wilayah a.l. Nusa Tenggara, sebagian Maluku, Papua, dan Papua Barat makin cepat.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara optimistis Palapa Ring dari barat sampai timur Indonesia akan membuat harga layanan internet menjadi satu harga.

Dia mengatakan, ketika operator memanfaatkan jaringan tulang punggung dari Palapa Ring maka dapat lebih leluasa memberikan insentif kepada pelanggan.

Alasannya, katanya, karena harga sewa jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Palapa Ring lebih murah dibandingkan dengan menggunakan jaringan tulang punggun milik operator lain.

“Tadinya di Maluku dan Papua lebih mahal dibandingkan dengan Jawa per Mbps nya. Setelah hadirnya Palapa Ring, jika orang menelepon di Jawa ke Maluku harusnya sama .”    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palapa ring, palapa ring paket timur

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top