Samsung Siapkan Ponsel Lipat Kedua, Intip Spesifikasinya

Vendor ponsel Samsung Electronics Co. disebut-sebut sedang mempersiapkan untuk meluncurkan ponsel lipat keduanya pada awal tahun depan. Ponsel ini nantinya bakal tampil mewah dan dapat dilipat menjadi bentuk persegi berukuran compact.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 September 2019  |  08:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Vendor ponsel Samsung Electronics Co. disebut-sebut sedang mempersiapkan untuk meluncurkan ponsel lipat keduanya pada awal tahun depan. Ponsel ini nantinya bakal tampil mewah dan dapat dilipat menjadi bentuk persegi berukuran compact.

Menurut sumber yang terkait dengan pengembangan produk, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu sedang mengerjakan ponsel dengan display bagian dalam berukuran 6,7 inci yang dapat menyusut menjadi kotak saku ketika dilipat ke dalam.

“Samsung berusaha membuat gawai lipat kedua yang lebih terjangkau dan lebih tipis daripada Galaxy Fold yang diluncurkan tahun ini,” ungkap sumber yang identitasnya dirahasiakan tersebut, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Bagaimanapun, peluncuran ponsel baru itu kemungkinan akan bergantung pada seberapa baik kinerja Galaxy Fold setelah diluncurkan nanti.

Dalam pengerjaan ponsel lipat kedua, Samsung berkolaborasi dengan desainer Amerika Thom Browne. Kolaborasi ini dijalin demi menarik konsumen yang lebih luas serta lebih tertarik soal fesyen dan kemewahan ketimbang sekadar spesifikasi teknologi ponsel.

Ponsel baru itu nanti disebut akan menggunakan teknologi tampilan mutakhir dan daya tarik yang meremajakan telepon model flip di masa lampau. Sejauh ini, baik pihak Samsung maupun Thom Browne masih belum bersedia mengomentari laporan ini.

Ponsel lipat baru itu juga akan dilengkapi kamera selfie dengan tampilan layar berlubang (hole punch) di bagian atas layar bagian dalam, seperti pada Samsung Galaxy Note 10 yang dirilis baru-baru ini.

Adapun di bagian luar, ponsel lipat itu akan memiliki dua kamera yang menghadap belakang ketika ponsel terbuka ataupun ke depan ketika dibalik tertutup.

“Saya tertarik untuk melihat apakah produsen dapat memberikan desain clamshell yang mengambil jejak smartphone saat ini dan memungkinkan Anda melipat dua seperti dompet dengan cara yang mirip dengan ponsel di masa lampau seperti Motorola Razr yang ikonik,” ujar Ben Wood, seorang analis dengan CCS Insight.

"Itulah yang mungkin sedang ditunggu-tunggu dunia,” imbuhnya.

Perkembangan ponsel lipat sendiri diketahui telah mengalami awal perjalanan yang tak mudah. Huawei Technologies Co. harus menunda Mate X-nya, Royole Corp. memiliki ulasan yang tidak mengesankan dengan FlexPai-nya, dan Samsung mengalami cacat desain memalukan yang memaksanya untuk memundurkan rilis Galaxy Fold.

Samsung telah memastikan bahwa ponsel lipat pertamanya yakni Galaxy Fold bakal diluncurkan pada September ini dari jadwal semula pada April 2019.

Semua perusahaan tersebut, bersama dengan pesaingnya yakni Xiaomi Corp dan Oppo, berupaya untuk menjadi yang pertama dalam membuka celah apa yang dijanjikan akan menjadi segmen elektronik konsumen pertumbuhan tinggi berikutnya.

Misi yang ingin disampaikan ponsel lipat adalah untuk menggabungkan utilitas komputer portabel layar besar dengan kemudahan ponsel berukuran jauh lebih kecil.

Tanpa berekspansi ke pasar atau kategori produk baru, penjualan ponsel andalan Samsung baru-baru ini merosot. Perusahaan ini berharap pada ponsel lipat untuk menjadi mesin pertumbuhan besar berikutnya.

Persaingan sengit dari Huawei telah mengikis keunggulan Samsung sebagai penjual ponsel terbesar di dunia. Pabrikan China itu bahkan sempat mengancam posisi Samsung hingga konflik perdagangan AS dan China menghantam Huawei.

Satu keuntungan utama yang dapat dimiliki ponsel lipat Samsung berikutnya dibandingkan dengan Fold adalah pada bentuknya. Ketika dibuka, ponsel baru itu pada dasarnya adalah sebuah smartphone, sehingga akan menjalankan aplikasi ponsel Android di negara asalnya.

Di sisi lain, Galaxy Fold terbuka menjadi aspek rasio yang lebih persegi dan layar lebih besar, sehingga menuntut aplikasi yang disesuaikan untuk memanfaatkan dimensi penuhnya dengan sebaik-baiknya.

Samsung juga menguji coba penggunaan Ultra Thin Glass untuk display bagian dalam ponsel barunya nanti, yang akan mengukur ketebalan hanya 3 persen dari kaca yang secara konvensional digunakan untuk melindungi layar smartphone.

Pada saat yang sama, perusahaan pastinya akan memastikan daya tahan ponsel lipatnya dan agar permasalahan yang pernah dialami Galaxy Fold tidak terulang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
samsung

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top