Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WhatsApp Dekati Bank di Indonesia, Ada Apa?

Ambisi WhatsApp masuk ke bisnis pembayaran digital di Indonesia datang setelah pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan rencana perusahaan untuk meluncurkan layanan pembayaran digital di sejumlah negara.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  20:26 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg - Reuters
CEO Facebook Mark Zuckerberg - Reuters

Bisnis.com, BANDUNG – Tidak hanya mendekati tiga perusahaan penyedia jasa pembayaran digital, WhatsApp diketahui melakukan pembicaraan dengan bank pelat merah Tanah Air, PT Bank Mandiri Tbk., yang mengoperasikan dompet digital LinkAja.

Ambisi WhatsApp masuk ke bisnis pembayaran digital di Indonesia datang setelah pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan rencana perusahaan untuk meluncurkan layanan pembayaran digital di sejumlah negara.

“WhatsApp tengah melakukan pembicaraan dengan sejumlah partner keuangan di Indonesia terkait layanan pembayaran tersebut, tetapi diskusi kami masih di tahap awal dan kami tidak bisa membagi apapun saat ini,” ujar juru bicara Facebook kepada Reuters, Selasa (20/08/2019).

Juru bicara LinkAja mengatakan pihaknya tidak bisa mengkonfirmasi wacana ini. Sementara itu, WhatsApp dikatakan juga melakukan pembicaraan dengan Go-Jek, OVO dan DANA. Go-Jek, Bank Mandiri, OVO dan DANA hingga saat ini belum merespon kerja sama ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook whatsapp
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top