DIRUT TELKOM RIRIEK ADRIANSYAH : "Kami Akan Lebih Push Layanan Data"

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. untuk melakukan transformasi pada berbagai aspek salah satunya fokus ke bisnis data.
Puput Ady Sukarno & Fitri Sartina Dewi
Puput Ady Sukarno & Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  14:42 WIB
DIRUT TELKOM RIRIEK ADRIANSYAH :
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah (kedua kiri) menyapa wartawan di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. untuk melakukan transformasi pada berbagai aspek. Untuk menggali lebih jauh mengenai strategi pengembangan usaha yang akan dijalankan perusahaan, Bisnis.com berkesempatan mewawancarai Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah. Berikut petikannya:

Setelah Anda resmi menjabat sebagai Direktur Utama Telkom, Apa saja persoalan yang dihadapi perusahaan saat ini?

Di Telkom yang namanya PSTN sudah mulai terdisrupsi. Orang sudah jarang telepon pakai PSTN, karena pakai mobile yang lebih praktis. Hingga saat ini, telepon rumah memang masih ada, tetapi sebagian besar untuk kebutuhan lain. Namun, sejak 2017, mobile juga mulai terdisrupsi. SMS mulai turun duluan karena ada messenger, dan voice-nya juga mulai mengalami penurunan. Akibatnya, pada 2018 kondisi kami sempat struggle, tetapi masih lebih baik jika dibandingkan dengan operator lainnya.

Kebijakan registrasi SIM Card dalam jangka pendek juga memengaruhi, tetapi secara long term akan bagus untuk industri dan negara ini, karena ke depannya akan banyak layanan digital. Dengan kebijakan tersebut, maka proses verifikasi akan lebih mudah. Oleh sebab itu, kami dari Telkom Group sangat mendukung kebijakan tersebut.

Itulah berbagai tantangan yang dihadapi, tetapi kami berkeyakinan kalau registrasi diperbaiki, industri seluler pasti akan sehat. Untuk legacy itu sudah menjadi keniscayaan akan turun. Oleh sebab itu, kami akan dorong portofolio kami yang lain, dalam hal ini adalah data.

Sebagai pimpinan baru, apa perubahan atau terobosan yang coba Anda terapkan untuk perusahaan?

Saya baru menjabat 2 bulan, tetapi saya sudah mempersiapkan beberapa hal. Saya menganggap perlu dilakukan refocusing khususnya dari aspek bisnis, dan finansial. Misalnya untuk business enterprise, kami harus lebih fokus tidak hanya mengejar pendapatan, tetapi juga yang lebih profit.

Selain itu, saya juga mencoba menyusun dan meninjau ulang CSS atau rencana jangka panjang. Kami coba masukkan hal-hal baru ke dalamnya untuk disesuaikan dengan perkembangan saat ini.

Apa saja rencana pengembangan bisnis yang akan dijalankan dalam waktu dekat?

Ke depannya ada dua langkah yang akan dilakukan untuk rencana short term. Pertama, kami akan lebih push layanan data, karena layanan ini yang cukup banyak dipakai. Kedua, mendorong dan mengoptimalkan layanan digital.

Manakah portofolio bisnis yang menjadi kontributor utama saat ini?

Saat ini, kontribusi revenue dari legacy sudah semakin kecil yaitu hanya sekitar 35 persen. Sebelumnya, kontribusinya bisa sampai 60 persen—70 persen. Sekarang kontributor terbesar kami ada di data, baik mobile, maupun Indihome. Di mobile kami sudah tumbuh, meski masih single digit. Pertumbuhan terbesar kami justru dari Indihome yaitu mencapai lebih dari 60 persen.

Yang akan terus kami push adalah Indihome dan turunannya, karena ada layanan 2P atau 3P, dan ada layanan standar dan add on. Untuk yang add on bisa berupa film, gim, dan sebagainya.

Penetrasinya juga akan kami perluas, dan diharapkan ke depannya tidak hanya melalui fiber optic, tetapi juga bisa melalui wireless, atau bahkan kalau bisa satelit pakai kami. Apalagi di Indonesia, untuk menggelar fiber optic ke setiap rumah ini kebutuhan biayanya cukup besar.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : telkom
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top