Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Kabel Laut Masih Menjanjikan di Indonesia

Rendahnya penetrasi kabel bawah laut membuat bisnis di sektor ini masih menjanjikan. Terlebih, 99% internet di Indonesia masih didistribusikan melalui kabel laut.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  09:50 WIB
Network Director PT Mega Akses Persada (FiberStar) Ari Tjahjanto. - dok.
Network Director PT Mega Akses Persada (FiberStar) Ari Tjahjanto. - dok.

Bisnis.com, JAKARTA – Rendahnya penetrasi kabel bawah laut membuat bisnis di sektor ini masih menjanjikan. Terlebih, 99% internet di Indonesia masih didistribusikan melalui kabel laut.

 Network Director PT Mega Akses  Persada (FiberStar), Ari Tjahjanto mengatakan di sampinng pertumbuhan internet yang semakin tinggi, rendahnya penetrasi kabel bawah laut di Indonesia juga membuka peluang besar tumbuhnya industri ini.

Berdasarkan data yang dihimpun FiberStar, kata Ari, penetrasi kabel laut di Indonesia masih sekitar 80%, angka ini tertinggal jauh dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 106%, Thailand sebesar 133% dan Singapura yang sebesar 150%.

Adapun untuk fix broadband atau layanan tetap internet cepat, penetrasi fix broadband Indonesia masih 9%, tertinggal jauh dari Malaysia yang penetrasinya mencapai 38%.

Ari menambahkan dengan peluang yang masih terbuka tersebut, FiberStar berusaha untuk terus membangun jaringan baru di darat maupun di laut. Ari mengatakan kabel laut penting untuk menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya. 

“Saat ini prioritas kabel laut kami sudah ada di Jawa, Sumatera, kemudian di luar negeri ada di Singapura dan Batam. Di kota lain, kami juga sedang bangun di Kalimantan dan Sulawesi,” kata Ari kepada Bisnis.com, beberapa waktu lalu.

Ari menambahkan pertumbuhan bisnis kabel laut juga terlihat dari pertumbuhan konsumsi data pelanggan dan pasar komputasi awan dalam 5 tahun ke depan. Dia memperkirakan teknologi 4G masih akan mendominasi hingga 63% pada 2025. Teknologi 5G, diperkirakan saat itu sudah masuk namun pertumbuhannya belum signifikan masih 7%.

Adapun untuk pertumbuhan bisnis pasar komputasi awan diperkirakan pada 2023 mencapai nilai US$ 436 juta, atau naik 125,9% dibandingkan dengan 2019.  

Diketahui hingga Juli 2019, jumlah kabel yang melewati rumah (homepass) FiberStar sebanyak 351.000 dan 16.700 Km serat optik, kemudian dari angka tersebut sebanyak 3.100 Km merupakan kabel laut. Adapun jumlah pelanggan internet rumah FiberStar sekitar 30.000 an.

Ari mengatakan pada tahun ini perseroan berencana menambah 4 – 6 kota baru lagi untuk menambah jumlah pelanggan.

“Kami sudah ada di 94 kota, tahun ini mungkin menambah 4-6 lagi. Fokus memang masih banyak dalam kota, karena masih bisa kita kembangkan,” kata Ari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabel laut
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top