Facebook Diduga Intip Rekaman Suara Pengguna, Isinya Kadang Vulgar

Para karyawan yang dipekerjakan untuk mentranskrip rekaman tersebut mengaku kaget dengan isi percakapan penguna yang terkadang vulgar. Adapun, karyawan kontrak tersebut tidak mengetahui tujuan Facebook mengumpulkan transkrip dari rekaman suara itu.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  16:51 WIB
Facebook Diduga Intip Rekaman Suara Pengguna, Isinya Kadang Vulgar
Ilustrasi Facebook - Repro/Facebook.com

Bisnis.com, BANDUNG – Facebook diduga telah membayar ratusan karyawan kontrak untuk mentranskrip cuplikan rekaman suara penguna media sosial tersebut yang memanfaatkan fitur Facebook’s Messanger.

Adapun, para karyawan kontrak tersebut tidak tahu bagaimana dan di mana rekaman audio dibuat. Menurut sumber Bloomberg, Facebook hanya menyuruh mereka untuk mentranskrip rekaman tersebut.

Para karyawan yang dipekerjakan untuk mentranskrip rekaman tersebut mengaku kaget dengan isi percakapan penguna yang terkadang vulgar. Adapun, karyawan kontrak tersebut tidak mengetahui tujuan Facebook mengumpulkan transkrip dari rekaman suara itu.

Facebook mengungkapkan pihaknya pernah melakukan aktivitas tersebut. Namun, perusahaan tidak akan melakukan hal tersebut ke depannya karena adanya pengawasan ketat.

“Seperti Apple dan Google, kami menghentikan peninjauan rekaman audio yang dilakukan oleh manusia lebih dari seminggu yang lalu,” ungkap perusahaan, Selasa (13/08/2019).

Perusahaan mengatakan penguna yang terdampak akibat kegiatan ini telah memilih opsi di dalam aplikasi pesan Facebook untuk memperbolehkan suara mereka ditranskrip.

Sebelumnya, perusahaan teknologi besar seperti Amazon.com Inc. dan Apple Inc. telah dikecam karena kegiatan mengumpulkan data rekaman audio pelanggannya dan melakukan pemeriksaan terhadap sisi rekaman tersebut.

Tindakan tersebut dinilai mencederai ranah privasi. Apple dan Google mengaku tidak lagi melakukan aktivitas tersebut, sementara Amazon mengatakan akan membiarkan penggunanya untuk mempilih opsi peninjauan rekaman atau tidak.

Sementara itu, Facebook terus membantah bahwa pihaknya tidak pernah mengumpulkan data rekaman suara dari penggunanya.

CEO Facebook Inc. Mark Zuckerberg mengelak tuduhan tersebut paparannya di Kongres AS.

“Anda berbicara tentang teori konspirasi ini yang beredar bahwa kami mendengarkan apa yang terjadi pada rekaman suara Anda dan menggunakannya untuk iklan. Kami tidak melakukan hal itu,” kata Zuckerberg kepada Senator AS Gary Peters pada April 2018.

Menurut perusahaan, pihaknya hanya mengakses data rekaman suara penguna jika penguna mengizinkan hal tersebut dan jika mereka secara aktif mengunakan fitur spesifik, seperti pesan suara.

Facebook baru-baru ini menyelesaikan gugatan senilai US$5 milar dengan Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission) setelah adanya investigasi terkait dengan pelanggaran privasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
facebook

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top