Pendapatan Operator Seluler di Indonesia Naik Tajam, Apa Pemicunya?

Pendapatan rata-rata operator seluler dari tiap pengguna meningkat tajam seiring dengan beralihnya pelanggan ke produk dengan kuota data yang lebih besar.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  14:39 WIB
Pendapatan Operator Seluler di Indonesia Naik Tajam, Apa Pemicunya?
XL Axiata

Bisnis.com, JAKARTA — Pendapatan rata-rata operator seluler dari tiap pengguna meningkat tajam seiring dengan beralihnya pelanggan ke produk dengan kuota data yang lebih besar.

Selain peralihan pengguna paket data ke produk dengan kuota lebih besar, operator juga meraih tambahan pendapatan dari pengguna yang baru mulai menggunakan paket data.

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), misalnya, masih tercatat sebagai operator dengan pendapatan rata-rata per pengguna (average revenue per user/ARPU) paling tinggi. Pada kuartal II/2019, Telkomsel melaporkan ARPU senilai Rp47.000.

Adapun, PT XL Axiata Tbk. meraih pendapatan rata-rata Rp34.000 dari tiap pelanggan dan PT Indosat Tbk. melaporkan ARPU Rp26.900.

Head Corporate Communications PT Indosat Tbk. Turina Farouk mengatakan bahwa peningkatan ARPU Indosat adalah dampak dari adopsi paket data baru oleh pelanggan. Paket baru yang ditawarkan Indosat, jelasnya, didesain lebih sederhana dengan kuota lebih besar.

“Pelanggan telah menunjukkan respons positif terhadap penawaran yang telah diperbaharui tersebut dan demikian pula peningkatan ARPU sebagai indikasi yang sama,” kata Turina kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Di samping itu, sambung Turina, upaya perseroan dalam memperbaiki kualitas jaringan 4G secara nasional turut berdampak. Layanan data yang makin baik mendorong pelanggan bermigrasi ke jaringan 4G dan mengonsumsi data lebih banyak.

“Kami akan terus menawarkan produk-produk inovatif dan proposisi digital dengan jaringan terbaik kami kepada pelanggan kami untuk mempertahankan pertumbuhan ARPU yang sehat,” kata Turina.

Sementara itu, Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan, pertumbuhan ARPU yang dicatatkan oleh perseroan didorong oleh sejumlah faktor seperti meningkatnya lalu lintas penggunaan layanan data dari pelanggan, termasuk pelanggan yang berada di luar Jawa dan penetrasi ponsel pintar pelanggan XL Axiata, yang saat ini mencapai 86%.

“Selain itu, adanya respons yang baik dari pelanggan terhadap berbagai produk yang ditawarkan XL Axiata juga memberi dampak,” kata Ayu kepada Bisnis.com.

Ayu menuturkan secara umum pertumbuhan ARPU XL lebih berkorelasi dengan makin tingginya adopsi paket data, bukan dengan peningkatan penggunaan data (payload) atau nilai isi ulang yang makin besar (top-up). Dia mengatakan saat ini top up yang dilakukan pelanggan mayoritas untuk paket bulanan.

Adapun, untuk menjaga pertumbuhan ARPU dalam 6 bulan terakhir 2019, perseroan akan terus meningkatkan kualitas jaringan dan cakupan untuk menarik pengguna baru. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operator telekomunikasi

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top