Hore! Huawei Luncurkan OS Sendiri

Tekanan pemerintah Amerika Serikat (AS) terbukti tak menciutkan Huawei. Raksasa teknologi China tersebut hari ini, Jumat (9/8/2019), meluncurkan sistem operasi (OS) sendiri untuk digunakan pada ponsel pintar dan perangkat lainnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  16:00 WIB
Hore! Huawei Luncurkan OS Sendiri
Logo Huawei - REUTERS/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Tekanan pemerintah Amerika Serikat (AS) terbukti tak menciutkan Huawei. Raksasa teknologi China tersebut hari ini, Jumat (9/8/2019), meluncurkan sistem operasi (OS) sendiri untuk digunakan pada ponsel pintar dan perangkat lainnya.

Sistem operasi Huawei, yang disebut Harmony OS, menjadi terobosan terbaru Huawei setelah pembatasan perdagangan yang diberlakukan AS pada Mei mengancam akan memotong aksesnya ke komponen-komponen teknologi penting AS seperti Android.

“Harmony OS benar-benar berbeda dari Android dan iOS,” terang Richard Yu, pimpinan kelompok bisnis konsumen Huawei, merujuk pada sistem operasi yang masing-masing dikembangkan oleh Google dan Apple.

"Anda dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi Anda sekali, lalu secara fleksibel menyebarkannya pada berbagai perangkat yang berbeda,” papar Yu dalam sebuah konferensi yang diadakan di Dongguan, seperti dilansir dari Reuters.

“Harmony, yang dalam bahasa China disebut Hongmeng, siap untuk digunakan pada ponsel-ponsel pintar. Namun Huawei lebih memilih tetap menggunakan Android untuk saat ini guna mendukung pengembang aplikasinya,” lanjut Yu.

Produk layar pintar Honor yang rencananya akan diluncurkan pada Sabtu (10/8/2019) akan menjadi produk pertama yang menggunakan Harmony OS.

Di sisi lain, ia mengakui akan sulitnya Huawei memenuhi target sebelumnya untuk menjadi pembuat ponsel pintar terbesar di dunia dengan performa pengiriman tahun ini yang terdampak pembatasan AS.

“Perusahaan akan dapat mengirimkan 300 juta smartphone tahun ini tanpa batasan seperti itu,” pungkas Yu.

Pada 16 Mei, pemerintah Amerika Serikat (AS) menempatkan raksasa teknologi asal China tersebut dalam daftar hitam. Ini artinya, perusahaan-perusahaan di AS harus mendapatkan izin dari pemerintah AS sebelum melakukan transaksi apapun dengan Huawei.

Artinya juga, Huawei tidak lagi dapat melisensikan versi sistem operasi Android milik Google yang lengkap beserta semua layanannya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
huawei

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top