PRESIDEN DIREKTUR BIZNET NETWORK ADI KUSMA : "Yang Bisa Kasih Cepat, Itulah yang Dipilih"

Biznet Network, di bawah bendera PT Supra Primatama Nusantara, adalah perusahaan yang didirikan oleh Adi Kusma sejak 2000 dengan hanya 10 karyawan. Kini, perusahaan telah menjelma menjadi perusahan kelas atas dengan jumlah karyawan lebih dari 2.600 orang.
Puput Ady Sukarno & Fitri Sartina Dewi Puput Ady Sukarno & Fitri Sartina Dewi | 07 Agustus 2019 16:08 WIB
PRESIDEN DIREKTUR BIZNET NETWORK ADI KUSMA :
Presiden Direktur Biznet, Adi Kusma. - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Biznet Network, di bawah bendera PT Supra Primatama Nusantara, adalah perusahaan yang didirikan oleh Adi Kusma sejak 2000 dengan hanya 10 karyawan. Kini, perusahaan telah menjelma menjadi perusahan kelas atas dengan jumlah karyawan lebih dari 2.600 orang. Untuk mengetahui lika-liku bisnis perusahaan tersebut, Bisnis.com berkesempatan mewawancarai Adi Kusma selaku Presiden Direktur perusahaan tersebut, beberapa waktu lalu. Berikut petikannya:

Bagaimana perjalanan Biznet dari awal hingga saat ini?

Awalnya pada 2000, kami mulai dengan 10 orang. Hari ini kami sudah ada sekitar 2.600 orang. Dulu hanya satu kantor, tetapi per akhir Juli ini hampir 100 kantor di seluruh Indonesia.

Kalau bicara cakupan, dulu hanya Jakarta, sekarang sudah nasional dan yang sedang kami kembangkan saat ini di paling timur ada di Manado, Sulawesi Utara. Selain itu, juga ada di Pontianak, Karangasem Bali, dll.

Apakah arah pengembangannya memang mulai ke timur atau bagaimana?

Kami boleh dibilang yang punya kabel dari Singapura, Batam, Bangka, Jawa, dan sampai Bali. Itu kabel kami sendiri. Kalau dilihat, Jawa Bali saja penduduknya 140 juta—150 juta, jadi itu sudah lebih dari setengah Indonesia. Itu potensi, karena internet itu saat ini bukan kebutuhan usaha saja, tetapi semua orang, mulai dari ibu rumah tangga, hingga anak-anak.

Selain bisnis, secara produk, bagaimana perkembangannya hingga saat ini?

Yang pasti makin lama makin cepat dan makin affordable. Kalau zaman dulu, kita banyakan telepon, saat ini kebanyakan data dan video. Ke depan, kalau dilihat, enggak telepon lagi tetapi video call. Dengan bandwith makin besar maka aplikasinya juga akan nyedot makin besar. Jadi, secara aplikasi dan jaringan menjadi sangat memungkinkan.

Selain produk makin berkembang, secara jaringan juga harus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Pada zaman dulu, jaringan hanya untuk teks, tetapi sekarang bisa video.

Ada berapa lini usaha saat ini di Biznet dan mana kontributor terbesarnya?

Yang kami kerjakan sekarang, pertama adalah jaringan. Ada internet dan untuk perusahaan yang dari kantor pusat ke pabrik. Selain itu, juga data center, lalu ada juga televisi. Jadi ada tiga.

Kalau bicara kontribusi, demand masih jaringan. Porsinya 80% jaringan dan 20% lainnya. Investasi juga paling besar di jaringan, karena untuk bangun satu Indonesia ini tidak gampang, apalagi kepulauan. Bangun kabel di bawah laut itu menjadi sangat mahal daripada daratan.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : internet
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top