Kucurkan US$1 Juta, DIVA Akuisisi Pawoon

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) mengucurkan sekitar Rp13,95 miliar atau sekitar US$1 juta untuk mengakuisisi 30% saham PT Alphanovation Digital Teknindo.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  12:41 WIB
Kucurkan US$1 Juta, DIVA Akuisisi Pawoon
Ilustrasi investasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) mengucurkan sekitar Rp13,95 miliar atau sekitar US$1 juta untuk mengakuisisi 30% saham PT Alphanovation Digital Teknindo.

Adapun, Alphanovation Digital Teknindo merupakan perusahaan pengembang layanan point-of-sale (PoS) dengan merek Pawoon.

Rencana pengambilalihan sebagian kepemilikan Pawoon telah dikabarkan oleh manajemen DIVA sejak akhir Desember 2018.

Direktur DIVA Dian Kurniadi menjelaskan bahwa akuisisi Pawoon akan mempercepat upaya perluasan pasar produk-produk DIVA.

Aplikasi PoS Pawoon, lanjutnya, kini telah digunakan oleh lebih dari 10.000 pedagang di 200 kota di seluruh Indonesia. Di sisi lain, DIVA memiliki ragam produk yang luas, infrastruktur yang kuat, dan koneksi bisnis nasional.

Lewat Pawoon, DIVA kini bisa memasuki segmen pasar baru yaitu hotel, restoran, dan kafe.

“Dengan anorganic strategy, DIVA dapat memasuki pangsa pasar dengan lebih cepat. Karena infrastruktur payment dan digital content yang dibangun DIVA sudah tersedia, [fitur] dapat lebih cepat untuk didistribusikan dengan adanya investasi ini,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (5/8/2019).

Dian menambahkan bahwa pengguna Pawoon kini bisa menggunakan aplikasi untuk menjual beragam produk yang disediakan oleh DIVA sehingga menjadikannya sebagai sumber pendapatan baru, bukan sebatas sebagai perangkat penunjang bisnis.

DIVA dan Pawoon sebelumnya telah berkolaborasi meluncurkan produk yang dinamakan sebagai DIVA Smart Outlet. DIVA menyatakan 900 unit produk tersebut telah dipasarkan per Juli 2019.

DIVA Smart Outlet menawarkan pilihan pengelolaan pembayaran berbasis tunai dan nontunai, penjualan produk digital, serta aplikasi percakapan instan yang diberi nama DIVA IIM.

Founder Pawoon Ahmad Gadi mengatakan bahwa Pawoon kini bisa memberikan penggunanya beragam fitur baru.

Lewat kolaborasi dengan DIVA, lanjutnya, fitur yang kini tersedia di Pawoon mencakup penjualan produk digital, solusi pembayaran nontunai, sistem perbankan dan pembiayaan, solusi logistik, dan pengelolaan rantai pasok.

“Sebagai salah satu perusahaan rintisan dengan pertumbuhan pesat di Indonesia, Pawoon berharap bisa terus mendukung digitalisasi UMKM dan membantu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Ahmad.

Pawoon tahun lalu mengumumkan pendanaan Seri A dari Kejora Ventures, perusahaan modal ventura yang terafiliasi dengan PT Barito Pacific Tbk.

Selain Pawoon, perusahaan rintisan lain yang menyediakan layanan PoS di Indonesia adalah Moka, Sellfazz, dan NadiPOS.

Moka tahun lalu mengumumkan pendanaan Seri B senilai US$24 juta dari sekelompok investor yang dipimpin oleh Sequoia Capital India, perusahaan modal ventura yang juga memegang saham Gojek, Traveloka, dan Modalku.

Pemodal lain yang bergabung di pendanaan Seri B ke Moka adalah Softbank Korea, EDBI, dan EV Growth.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi startup

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top