Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waspadai Investasi Asing pada Startup Lokal

Peneliti Indef Bhima Yudhistira menyatakan, pada prinsipnya dana asing yang mengalir ke startup punya beberapa kepentingan yang mesti dicermati.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  10:35 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Peneliti Indef Bhima Yudhistira menyatakan, pada prinsipnya dana asing yang mengalir ke startup punya beberapa kepentingan yang mesti dicermati.

Pertama, soal integrasi horizontal yakni startup di Indonesia digunakan sebagai rantai pasok produk perusahaan lain.

"Misalnya startup unicorn e-commerce digunakan untuk memasarkan produk Taobao, Alibaba dari China. Integrasi juga termasuk outsourcing SDM IT atau high skilled ke perusahaan afiliasi investor," jelas Bhima, Minggu (4/8/2019).

Kedua, perihal pemanfaatan data pribadi untuk pemasaran atau market intelligences. Bhima menyebut dengan menggunakan big data pelaku startup bisa memetakan perilaku konsumen Indonesia untuk memasarkan produk dari perusahaan lain yang terafiliasi.

Ketiga, saat ini ada ketergantungan konsumsi pada layanan yang disuntik oleh investor asing. Sebagai contoh transportasi online, kedua operator melakukan promosi dan diskon. Tujuannya agar menciptakan dinding penghalang bagi kompetitor.

"Jika marketshare sudah mereka kuasai, konsumen tidak ada pilihan lain kecuali memakai produk startup tadi," ungkap Bhima.

Kondisi ini, menurut Bhima, membuat iklim persaingan usaha yang sehat bisa rusak.

Terkait dengan porsi investasi, Bhima tak menampik bahwa jumlah PMDN sektor digital memang masih rendah dibandingkan dengan PMA. Sementara itu, pendanaan yang siap untuk startup lebih banyak dari perbankan.

"Bank sebenarnya bisa membuat modal ventura. Ini sudah berjalan tapi masih sedikit bank yang membuat modal ventura," ungkap Bhima.

Adapun yang cukup agresif adalah Mandiri Capital milik Bank Mandiri. Maka dari itu, tugas pemerintah ke depan adalah memberikan kelonggaran regulasi bagi modal ventura khusunya milik bank yang suntikan modal ke startup lokal.

"Insentif bisa berupa fiskal dan non fiskal," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi startup
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top