3 Besar Dompet Digital Indonesia, Transaksi Ritel, Transportasi Online, dan Pengiriman Makanan Online

Bisnis.com, JAKARTA – Snapcart, lembaga riset berbasis aplikasi, melakukan penelitian perilaku konsumen dalam bertransaksi dengan aplikasi pembayaran digital.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  15:22 WIB
3 Besar Dompet Digital Indonesia, Transaksi Ritel, Transportasi Online, dan Pengiriman Makanan Online
Karyawan melintas di gerai transaksi pembayaran digital OVO, di Jakarta, Senin (25/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Snapcart, lembaga riset berbasis aplikasi, melakukan penelitian perilaku konsumen dalam bertransaksi dengan aplikasi pembayaran digital. 

Hasil riset Snapcart menemukan, tiga jenis transaksi yang paling sering digunakan dengan menggunakan uang elektronik dalam dompet digital, yakni transaksi retail (28%), pemesanan transportasi online (27%), dan pemesanan makanan online (20%). Sisanya, untuk transaksi e-commerce (15%) dan pembayaran tagihan (7%). 

Hasil riset mengungkapkan, bahwa 58% responden menggunakan brand OVO sebagai aplikasi pembayaran digital favorit mereka. Dompet digital berbasis aplikasi lain seperti Go-Pay (23%), DANA (6%), dan LinkAja (1%) pun disebut sebagai alat pembayaran oleh responden. 12% responden menyebutkan brand lain seperti Flazz, Brizzi and Mandiri e-money yang merupakan uang elektronik dari institusi keuangan.

“Data ini menunjukkan bahwa uang elektronik untuk transaksi harian seperti transportasi, pengiriman makanan cepat saji, dan belanja telah semakin populer di kalangan konsumen Indonesia. Konsumen menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih praktis, cepat, aman, dan yang pasti tidak ribet menunggu uang kembalian,” ujar Eko Wicaksono, Snapcart Indonesia, Senin (15/7/2019).

Riset Snapcart ini dilakukan dengan metode survey online melalui aplikasi Snapcart di kota-kota besar Indonesia, dan dilakukan pada Mei 2019 ini.

Untuk segmen transaksi retail, OVO (63%) dan Go-Pay (28%) hadir sebagai brand yang dominan, disusul DANA (7%) dan LinkAja (1%). Saat ini, OVO mengklaim diterima di 500,000 merchants, sedangkan Go-Pay menyebutkan angka 300,000 merchants. LinkAja baru-baru ini memberikan jumlah merchant sebanyak 130,000, dan DANA dapat diterima di lebih dari 13,000 merchants. 

Dalam segmen transaksi pemesanan transportasi online dan pengiriman makanan online, data penelitian Snapcart menunjukkan, posisi OVO sebagai dompet digital bagi layanan Grab (untuk transportasi online), dan GrabFood (untuk pengiriman makanan online) menunjukkan 71% responden menggunakan OVO untuk segmen transaksi ini, sedang 29% responden memilih menggunakan  Go-Pay untuk transaksi di Go-Jek dan Go-Food. 

OVO juga paling sering digunakan dalam segmen pembayaran transaksi e-commerce. Data riset Snapcart menunjukkan 70% responden menggunakan OVO untuk pembayaran transaksi e-commerce, sedang 11% menggunakan DANA, dan 18% menggunakan Go-Pay. OVO diterima di e-commerce seperti Tokopedia, Ruparupa dan Sociolla, dan Go-Pay diterima antara lain di JD.id dan Sayurbox, sedangkan DANA dapat digunakan di Bukalapak.

Tak hanya transaksi retail dan jasa online saja, pengguna aplikasi pembayaran digital pun kerap melakukan transaksi  berbagai rekening tagihan rutin, seperti  listrik, air, asuransi, pajak, dan lain-lain.  

Dengan menggunakan uang elektronik, pembayaran berbagai tagihan menjadi lebih mudah, cepat dan aman. Fasilitas yang diusung oleh berbagai brand aplikasi pembayaran digital ini juga didominasi oleh OVO dan Go-Pay. Data riset menunjukkan 67% responden menggunakan OVO untuk segmen transaksi ini, diikuti oleh Go-Pay (22%), DANA (10%), dan LinkAja (2%)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
digital, LinkAja

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top