Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ruangguru, Startup Pendidikan yang Siap Jadi Unicorn Baru

Selama lima tahun terakhir, layanan Ruangguru telah melayani lebih dari 15 juta pelajar dan 300.000 guru di eseluruh Indonesia.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  09:29 WIB
Direktur Utama Ruangguru Adamas Belva Syah Devara dan Direktur Produk dan Kerjasama Ruangguru Muhamad Isman Usman
Direktur Utama Ruangguru Adamas Belva Syah Devara dan Direktur Produk dan Kerjasama Ruangguru Muhamad Isman Usman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru), perusahaan rintisan teknologi pendidikan, menyiapkan sejumlah strategi ekspansi untuk menjadi unicorn atau perusahan bervaluasi lebih dari US$1miliar dalam setahun-dua tahun mendatang.

 Strategi yang dimaksud meliputi peluncuran lini bisnis baru di bidang vokasi, pengembangan fitur yang baru, pemasaran yang masif, menghimpun pendanaan dari investor, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga rencana ekspansi ke luar negeri.

 Founder & CEO Ruangguru Belva Devara menyatakan selama lima tahun terakhir, layanan Ruangguru telah melayani lebih dari 15 juta pelajar dan 300.000 guru di eseluruh Indonesia. Aplikasi Ruangguru juga memperoleh rating tertinggi untuk aplikasi belajar di Google Playstore, dengan rating 4,7 dari 5.

“Target menjadi unicorn bisa terjadi tahun ini, atau tahun depan. Saat ini Ruangguru fokus menghadirkan pendidikan melalui guru-guru berkualitas,” ujarnya, Rabu (10/7/2019).

Seperti diketahui, Ruangguru telah mendapatkan pendanaan Seri B yang dipimpin oleh UOB Venture Managament pada 2017 dengan nilai yang tidak disebutkan. Melalui pendanaan Seri B tersebut, UOB Venture Management bergabung dengan Venturra Capital and East Ventures sebagai pendukung modal utama Ruangguru.

Belva pun mengisyaratkan potensi pendanaan tahapan selanjutnya atau Seri C dapat dikantungi oleh perusahaannya pada tahun ini. Dengan investasi tersebut, peluang perusahaannya menjadi unicorn kian besar. Pendanaan itu juga akan menjadi modal ekspansi perusahaan ke luar negeri.

“Sebagai bocoran, kita juga akan buka operasi di luar Indonesia tahun ini,”ujarnya tanpa bersedia berkomentar lebih lanjut.  

Dia menambahkan, edukasi pasar menjadi tantangan utama dalam mengembangkan bisnis. Pada awalnya, dia menyebut target pasarnya khususnya orang tua murid belum familiar dengan konsep belajar online melalui aplikasi.

 Namun, seiring dengan berjalannya waktu kini kehadiran aplikasinya mulai diterima masyarakat. Hingga saat ini, aplikasi Ruangguru telah diintal lebih dari 5 juta kali, dan mendapatkan peringkat 4,75 dari 5 di Playstore.

Dia menambahkan, menyambut perayaan ulang tahun ke-5 Ruangguru sekaligus tahun ajaran 2019/2020, pihaknya merilis sejumlah fitur baru untuk penggunanya. Fitur baru tersebut antara lain Bank Soal, Ruangguru Adventure, Live Teaching dan Discussion Forum. Menurutnya, fitur Bank Soal mengubah wajah aplikasi Ruangguru dari yang semula seperti perpustakaan dengan video-video belajar, kini dilengkapi dengan contoh soal ujian dari tahun ke tahun untuk menjadi referensi pelajar.

Belva mengaku tidak memiliki target spesifik mengenai jumlah pengguna tahun ini.  Menurutnya, Ruangguru membidik untuk menjangkau 52 juta siswa yang ada di Indonesia secepatnya.

Co-Founder dan Chief of Product and Partnership Ruangguru Iman Usman menyatakan pada tahun ini Ruangguru akan merilis satu unit bisnis baru di bidang vokasi. Berbeda dengan Ruangguru yang ditujukan untuk siswa, nantinya aplikasi vokasi itu bertujuan menyiapkan tenaga terampil yang siap kerja.

Unit bisnis yang akan diluncukan dalam waktu dekat  ini merupakan upaya perusahaan memperluas. Selain itu, juga melengkapi Ruangkerja, unit bisnis Ruangguru yang menyediakan aplikasi dan modul pelatihan online bagi perusahaan.

“Pertumbuhan Ruangkerja yang B2B [business to business] ini sangat signifikan, sejauh ini perkembangnnya cukup bagus,” ujarnya.

Dia menyebut sudah cukup banyak perusahaan maupun instansi yang menggunakan jasa Ruangkerja. Beberapa di antaranya  Pertamina, Nestle, Kementerian Perindustrian, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan masih banyak lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top