Tahukah Anda? 2 Tahun Lagi, Akan Ada Makanan dari Listrik, Air, dan Udara

JAKARTA Sebuah perusahaan Finlandia, Solar Food, yang membuat makanan dari listrik, air, dan udara menyatakan bahwa pihaknya berencana memproduksi 50 juta makanan dalam kurun waktu 2 tahun mendatang.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 01 Juli 2019  |  09:30 WIB
Tahukah Anda? 2 Tahun Lagi, Akan Ada Makanan dari Listrik, Air, dan Udara
Bubuk protein dari Solar Food yang dihasilkan dari rekayasa air, udara, dan listrik - Sumber: Solar Food

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah perusahaan Finlandia, Solar Food, yang membuat makanan dari listrik, air, dan udara menyatakan bahwa pihaknya berencana memproduksi 50 juta makanan dalam kurun waktu 2 tahun mendatang.

Perusahaan makanan itu juga bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency) untuk memasok makanan bagi astronot dalam misi ke Mars. Makanan tersebut dirancang dengan metode yang menciptakan produk protein yang memiliki rasa seperti tepung gandum.

Solar Food yang bermarkas di Helsinki, dibantu oleh peneliti dari VTT Technical Research Center Finlandia dan Lappeenranta University of Technology akan mengajukan permohonan ke Uni Eropa untuk lisensi makanan tersebut pada akhir tahun ini dan ditargetkan komersial pada 2021.

Bubuk makanan yang dikenal sebagai Solein dapat diberikan tekstur melalui pencetakan 3D atau ditambahkan ke piring sebagai bahan makanan.

Solein sendiri diproduksi melalui proses yang mirip dengan pembuatan bir. Mikroba hidup dimasukkan ke dalam cairan dan diberi makan dengan karbon dioksida serta gelembung hidrogen yang dilepaskan melalui listrik. Mikroba tersebut akan membentuk protein yang kemudian dikeringkan menjadi bubuk.

Pasi Vainikka, CEO dari Solar Food mengatakan perusahaan telah menghasilkan cara netral untuk menghasilkan sumber protein yang sepenuhnya alami tanpa membuang tanah atau air. Dia menambahkan bahwa proses rekayasa pada pabrik skala menyeluruh telah dimulai.

“Ini adalah jenis makanan protein yang benar-benar baru. Berbeda dengan semua makanan di pasaran saat ini dalam cara produksinya karena tidak menggunakan pertanian atau akuakultur,” katanya dilansir The Guardian, Senin (1/7/2019).

Vainikka mengungkapkan bahwa produknya hadir bukan sebagai pendatang baru yang menentang para petani – yang telah menghasilkan produk makanan selama ini – justru hal ini menjadi alternatif bagi seluruh masyarakat.

Dia mengklaim bahwa bubuk Solein itu dapat digunakan untuk bahan dari jenis makanan apapun atau bahkan membuat bubuk tersebut menyerupai daging atau roti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
makanan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top