Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sophos Tingkatkan Proteksi Serangan Siber dengan EDR

Sophos (LSE: SOPH), perusahaan keamanan jaringan dan endpoint, mengumumkan menambahkan Intercept X for Server dengan Endpoint Detection and Response (EDR) untuk memerangi blended cyberattack.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  12:04 WIB
Ilustrasi - youtube
Ilustrasi - youtube

Bisnis.com, JAKARTA -  Sophos (LSE: SOPH), perusahaan keamanan jaringan dan endpoint, mengumumkan menambahkan Intercept X for Server dengan Endpoint Detection and Response (EDR) untuk memerangi blended cyberattack.

Mereka menyebutkan dengan penambahan ini, manajer IT dapat menyelidiki serangan-serangan siber terhadap server.

“Blended cyberattacks, yang tadinya hanya bagian kecil dari nation state attackers, kini menjadi praktek yang umum di kalangan penjahat siber karena serangan ini menguntungkan. Perbedaannya adalah para nation state attackers cenderung bertahan di dalam jaringan cukup lama sementara penjahat siber biasa mengejar kesempatan mendapatkan uang dengan cepat,” jelas Dan Schiappa, Chief Product Officer di Sophos dalam keterangan resminya.

“Kebanyakan malware saat ini bekerja secara otomatis sehingga mudah bagi para penyerang untuk menemukan sebuah lembaga yang postur keamanannya lemah, menilai potensi pembayaran mereka, dan teknik-teknik peretasan menggunakan teknik peretasan hand-to-keyboard untuk membuat kerugian sebanyak mungkin.” tambahnya.

Dia menjelaskan, dengan Intercept X for Server with EDR dari Sophos, manajer IT pada perusahaan berbagai ukuran, kini memiliki pandangan terhadap semua server yang mereka miliki dari sisi keamanan. Hal ini memungkinkan mereka untuk mendeteksi serangan tersembunyi secara proaktif, memahami lebih baik dampak insiden keamanan dan dengan cepat membayangkan serangan secara lengkap.

“Saat ancaman masuk ke dalam jaringan, mereka langsung menuju ke server. Sayangnya, ciri khas dari server membuat banyak lembaga enggan melakukan perubahan yang seringkali menunda patch deployment. Para penjahat siber mengandalkan kesempatan ini. Jika lembaga-lembaga menjadi korban sebuah serangan, mereka perlu tahu keseluruhan konteks perangkat dan server mana yang terkena serangan agar lembaga dapat meningkatkan keamanannya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan peraturan yang lebih ketat. Mengetahui informasi ini dengan tepat pertama dapat membantu bisnis untuk menyelesaikan masalah-masalah dengan lebih cepat dan mencegah terulang kembali pencurian data,” kata Schiappa.

Dia menambahkan jika para regulator mengandalkan forensik digital sebagai bukti kehilangan data, maka bisnis dapat mengandalkan forensik yang sama untuk menunjukkan data mereka tidak dicuri. 

Sophos Intercept X for Server with EDR memperluas penawaran EDR dari Sophos yang pertama kali diumumkan bagi endpoints di Oktober 2018. Sophos EDR didukung oleh teknologi pembelajaran mendalam (deep learning) untuk mendeteksi malware. Deep learning neural network diajarkan ke ratusan ribu sampel untuk mencari atribut mencurigakan dari kode berbahaya untuk mendeteksi ancaman yang belum pernah ada. Teknologi ini memberikan analisis ahli terhadap potensi serangan dengan membandingkan DNA dari file mencurigakan terhadap sampel malware yang telah dikelompokkan di SophosLabs.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa perhatian akan kurangnya keamanan dan kemampuan sudah menjadi perhatian manajer IT dan keamanan di banyak lembaga," jelas Fernando Montenegro, Senior Industry Analyst di 451 Research.

“Dengan ancaman siber yang datang dari berbagai vector dan secara konstan, kalangan bisnis tidak boleh memiliki gap pada visibilitasnya. Bersamaan dengan tim keamanan yang berusaha meningkatkan perlindungan, kami yakin dengan mengawinkan fitur EDR dan visibilitas di seluruh endpoint dan server adalah langkah positif ke depan menuju efisiensi yang lebih baik. ”

Dengan fitur EDR dari Sophos, manajer IT juga memiliki akses langsung terhadap intelijen dari SophosLabs, penyelidikan terpandu pada kejadian-kejadian mencurigakan, dan langkah-langkah yang disarankan. Untuk menjaga visibilitas penuh pada ancaman, SophosLabs menelusuri, mendekonstruksi dan menganalisa 400.000 serangan malware yang unik dan belum pernah ada sebelumnya, setiap hari.

“Pelanggan kami menggunakan Intercept X with EDR dari Sophos untuk endpoint mereka dan masukan yang kami terima adalah EDR dari Sophos mudah diimplementasikan, mudah digunakan dan mudah dikelola. Hal ini mengurangi tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk mengelola EDR dan membuat pelanggan kami lebih efektif melindungi server, yang merupakan faktor penting mengingat tingginya tingkat serangan di sini,” ujar Sam Heard, presiden dari Data Integrity Services, mitra Sophos di Lakeland, Fla.

“Dengan EDR for Servers, Sophos membuat keamanan endpoint terdepan. Sophos juga merupakan satu-satunya vendor yang menghadirkan semua produk keamanannya ke dalam satu platform pengelolaan berbasis cloud, Sophos Central, dan menghubungkan perlindungan endpoint dan jaringannya melalui Synchronized Security dan menambahkan EDR for servers sehingga menjadi kunci untuk melindungi pelanggan kami.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serangan siber
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top