Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LAPORAN DARI JEPANG : Life on LINE Sediakan Semua Kebutuhan Online Pengguna

Line kini memberikan fasilitas layanan mulai dari komunikasi, konten, hiburan, perdagangan (commerce) hingga solusi pemasaran (marketing solution).
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  13:29 WIB
Co-CEO and Chief WOW Officer LINE Corporation, Jungho Shin, saat LINE Conference 2019 di Maihama Amphitheater, Jepang, Kamis (27/9/2019). - Bisnis/Dinda Wulandari
Co-CEO and Chief WOW Officer LINE Corporation, Jungho Shin, saat LINE Conference 2019 di Maihama Amphitheater, Jepang, Kamis (27/9/2019). - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, TOKYO — Perusahaan teknologi berbasis di Jepang, LINE Corporation, berambisi menjadi penyedia layanan gaya hidup secara online dengan meluncurkan Life on LINE.

Inovasi dan strategi dalam Life on LINE secara resmi diumumkan perusahaan tersebut dalam LINE Conference 2019 yang digelar di Maihama Amphitheater, Urayasu, Chiba, Jepang, Kamis (27/9/2019). CEO and President LINE Corporation, Takeshi Idezawa, mengatakan LINE telah berkembang lebih dari perusahaan penyedia aplikasi pesan instan.

“Kami meluncurkan banyak sekali inovasi dan strategi hari ini untuk menjadi Life on LINE bagi pengguna kami,” katanya.

Sementara itu, Co-CEO and Chief WOW Officer LINE Corporation, Jungho Shin, menambahkan pihaknya ingin berkontribusi langsung terhadap gaya hidup pengguna secara nyata. Dalam Life on LINE, perusahaan memberikan fasilitas layanan mulai dari komunikasi, konten, hiburan, perdagangan (commerce) hingga solusi pemasaran (marketing solution).

“Kami ingin ada dalam kehidupan pengguna 24 jam setiap hari, dari mereka bangun tidur, mendapatkan informasi, berkendara, makan, minum, belanja sampai beranjak tidur,” katanya.

Jungho menerangkan strategi itu dimulai dengan menyediakan akses online ke offline melalui O2O sehingga pengguna bisa melakukan pemesanan secara online dengan LINE dan diterima secara offline.

“Akan tetapi O2O saja tidak cukup, masih ada tantangan dalam strategi ini karena O2O memakan waktu, harus ada reservasi dulu, kemudian membeli kupon dan kartu anggota (membership card) yang dilakukan secara terpisah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Jungho menerangkan, LINE mengembangkan O2O menjadi OMO (online merges with offline) dengan membuat aplikasi LINE Mini.

“Ini bisnis baru yang kami kenalkan, jadi kami menggabungkan semuanya di LINE Mini di mana ada 11 fitur yang tersedia di sana,” jelasnya.

Fitur-fitur tersebut mulai dari menu, membership card, sharing, notification/reminder, reservation, payment, points card, GPS, coupon, map dan e-commerce. Lebih jauh, dalam LINE Conference 2019 juga dikenalkan fintech, smartphone bank dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dikembangkan LINE untuk mendukung Life on LINE.

 Diketahui, pengguna LINE saat ini sudah mencapai 200 juta yang tersebar di Jepang, Taiwan, Thailand dan Indonesia. Adapun pengguna aktif terbanyak berada di Jepang yang mencapai hingga 80 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media sosial line
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top