Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trafik Smartfren Turun Tipis Selama Pembatasan Media Sosial

Smartfren akses media tidak akan berlangsung lama karena pemerintah juga memikirkan secara menyeluruh dampak dari pembatasan ini.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  13:08 WIB
Model memperlihatkan aplikasi khusus streaming musik dari Smartfren yaitu SmartMusic saat peluncurannya di Jakarta, Minggu (10/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Model memperlihatkan aplikasi khusus streaming musik dari Smartfren yaitu SmartMusic saat peluncurannya di Jakarta, Minggu (10/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Smartfren Telecom Tbk mengaku mengalami penurunan lalu lintas data dibandingkan dengan hari biasa setelah pemerintah membatasi akses media sosial.

Jakarta menempati urutan ketiga kota dengan penetrasi internet terbesar di Indonesia menurut hasil survei nasional penertrasi pengguna Internet 2018, tercatat  penetrasi internet di Jakarta mencapai 80,4%, mengingat infrastruktur telekomunikasi di Jakarta sangat memadai.

Masih dari sumber yang sama, diketahui juga Facebook dan Instagram, sebagai aplikasi yang terdampak dengan kebijakan pemerintah, merupakan konten yang paling sering dikunjungi responden. Facebook adalah aplikasi media sosial yang paling digunakna oleh 50,7% responden, sedangkan Instagram paling sering diakses oleh 17,8% responden.

Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk. Djoko Tata Ibrahim mengatakan Jakarta merupakan salah kota yang memberi kontribusi besar karena pelanggan Smartfren banyak yang menetap di Jakarta.

Dia mengatakan pembatasan akses media sosial jelas memberi dampak pada penurunan trafik data di perseroan. Namun dampak tersebut, sambungnya, tidak terlalu signifikan.

“Dampak penurunan lalu lintas tidak banyak, cuma 5%—8%,” kata Djoko kepada Bisnis, Kamis (23/5/2019).

Djoko meyakini pembatasan terhadap akses media sosial tidak akan berlangsung lama karena pemerintah juga memikirkan secara menyeluruh dampak dari pembatasan ini.

Dia berpendapat penurun trafik hanya terasa pada hari pertama saja. Di samping itu, menurutnya, pembatasan yang dilakukan di Indonesia tidak separah dengan yang terjadi d Turki karena masyarakat masih bisa berkomunikasi lewat aplikasi Whatsapp.

“Di Turki internet ditutup semua, kalau sekarang kan kita masih bagus hanya unduh dan unggah saja untuk memerangi hoax sedangkan teks masih bisa, komunikasi masih jalan, kita masih sangat moderat,” kata Djoko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartfren media sosial
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top