Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sokong Transaksi Investasi, Go-Pay Manjakan Pemodal Kecil

Manfaat Go-Pay sebagai alat pembayaran digital kian luas. Bukan sekadar kebutuhan harian, mobile payment yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia itu kini bisa digunakan untuk berinvestasi reksa dana.
Surya Mahendra Saputra
Surya Mahendra Saputra - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  11:41 WIB
Aplikasi Go-Pay - Istimewa
Aplikasi Go-Pay - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG — Manfaat Go-Pay sebagai alat pembayaran digital kian luas. Bukan sekadar kebutuhan harian, mobile payment  yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia itu kini bisa digunakan untuk berinvestasi reksa dana.

Penambahan layanan transaksi tersebut seiring dengan terjalinnya kerja sama antara Go-Pay dengan platform Bibit.id sebagai bagian dari pengembangan investasi reksa dana online mulai awal Mei 2019.

Managing Director Go-Pay Budi Gandasoebrata mengatakan, sejak awal dibentuk GO-PAY memiliki misi menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia untuk dapat mengakses layanan jasa keuangan. Hal ini akan terus dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk 28 institusi keuangan yang telah bekerja sama dengan Go-Pay.

"Kami pun sangat menyambut positif kolaborasi yang terjalin dengan Bibit.id karena harapannya inovasi yang kami hadirkan melalui kolaborasi ini dapat semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi, tutur Budi dalam keterangannya, Kamis (2/5).

Kehadiran Go-Pay yang merupakan bagian dari layanan serta ekosistem Gojek di bidang investasi kian mengukuhkan sebagai mobile payment paling populer di masyarakat Indonesia. Hasil studi lembaga riset YouGov terkait metode pembayaran di  Indonesia yang dirilis Januari 2019 mecatatkan penggunaan Go-Pay mencapai 80%. Hal itu menempatkannya sebagai mobile payment paling sering digunakan masyarakat Indonesia, jauh di atas kompetitornya.

Para kompetitor antara lain OVO yang dalam riset tersebut tercatat 60%, PayPal 54%, T-Cash (LinkAja) 46%, dan DOKU Wallet 14%. Riset tersebut melibatkan 1.500 responden.

Lembaga riset independen asal Singapura, FT Confidential Research juga mengumumkan hasil serupa. Go-Pay menjadi aplikasi pembayaran online paling populer di Indonesia karena digunakan oleh hampir tiga perempat pengguna pembayaran seluler sampai dengan akhir 2018.

Hal tersebut mengingat Go-Pay bisa digunakan untuk beragam transaksi. Budi mengistilahkan, mulai beli gorengan, ngopi di kafe, sampai beli produk investasi bisa dilakukan.

Sementara terkait dengan investasi, pengguna Go-Pay bisa berinvestasi reksa dana melalui platform Bibit.id mulai dari Rp10.000. Selain itu, kata Budi, keuntungan lain yang diperoleh investor saat menggunakan Go-Pay adalah tidak adanya pengenaan biaya transfer saat melakukan pembelian reksa dana melalui akun bank. Layanan ini sekaligus menjadi pembeda antara Go-Pay dengan aplikasi sejenis.

"Hal ini menjadi sangat penting mengingat biaya transfer hingga sebesar Rp6.500 masih sering membebani investor individu yang baru mulai berinvestasi rutin dengan modal kecil."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek
Editor : Surya Mahendra Saputra
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top